Yang Menjadi Bahan Tertawaan di Ruang Pinere RSUDZA

·
Yang Menjadi Bahan Tertawaan di Ruang Pinere RSUDZA
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat meresmikan Laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di kawasan Siron, Aceh Besar, untuk pemeriksaan specimen Covid-19 melalui Reverse transcription (RT) Polymerase Chain Reaction (PCR). Kamis, 16 April 2020 lalu. Foto: Dinas Kesehatan Aceh.

“Kata dokter, hasil swab bisa keluar dalam tiga jam."

sinarpidie.co - Bekas luka masih tergurat di wajah Muna, bukan nama sebenarnya, 17 tahun, warga Kecamatan Batee, Pidie, Rabu, 4 November 2020. "Karena kecelakaan,” kata dia.

Minggu, 27 September 2020 sore, Muna dan sepupunya Nafis—bukan nama sebenarnya— yang berumur 17 tahun hendak menambal ban sepeda motor mereka yang bocor di salah satu bengkel penambal ban di Gampong Puloe Pandee, Kecamatan Batee, 300 meter dari rumahnya.

Setelah menambal ban, Nafis menghidupkan mesin sepeda motor, lalu sepeda motor itu melaju ke arah salah satu kios di Gampong Alue Lada, Kecamatan Batee, Pidie. Mereka hendak mengisi bensin pada kios tersebut. "Yang bawa motor Nafis. Saya duduk menyamping di belakang,” kata Muna.

Dari belakang mereka, melaju sebuah sepeda motor yang tiba-tiba menabrak mereka hingga membuat Muna terluka parah. Mulutnya mengeluarkan darah dan tulang rahang kirinya belakangan dinyatakan patah. Sementara, pinggang Nafis hanya terkilir.

Warga sekitar yang melihat kecelakaan tersebut langsung melarikan Muna ke Pukesmas Batee yang berjarak 300 meter dari lokasi kecelakaan.

Namun dikarenakan tak ada ambulans yang stand by di sana, dan Pukesmas Batee bukanlah Pukesmas rawat inap, Muna lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Chik Di Tiro Sigli menggunakan mobil pribadi milik salah seorang personil Polsek Batee.

Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tengku Chik Di Tiro Sigli, rahang Muna dinyatakan patah sehingga ia harus dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh.

"Karena rumah sakit Teungku Chik di Tiro Sigli tidak memiliki dokter bedah rahang, saya dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh pukul satu malam,” kata anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Sesampai di RSUDZA, Muna awalnya akan menjalani operasi patah tulang rahang pada Senin, 28 September 2020 dini hari. Keluarganya telah menandatangani pelbagai surat yang disodorkan pihak rumah sakit. Namun rencana operasi tersebut gagal dikarenakan Muna harus menjalani pengambilan swab Covid-19. Ia terpaksa menahan perih di sekujur tubuhnya. "Dokter datang dan langsung mengambil swab. Karena saya tidak memakai masker saat saya dibawa dalam ambulans, operasi patah rahang dibatalkan. Malam itu juga saya langsung divonis positif Covid -19,” kata Muna.

Swab Muna diambil lagi, dan setelah dua kali pengambilan swab, yang dilakukan dalam satu hari sekaligus dan tergesa-gesa, Muna kemudian dibawa ke Ruang Pinere RSUDZA, ruang penyakit infeksi new-emerging dan re-emerging yang saat ini menjadi ruang isolasi para pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut. "Saat perawat masuk, saya jadi bahan tertawaan. Kata perawat, mengapa korban kecelakaan bisa berada di Ruang Pinere,” sebutnya.

Muna menjalani perawatan selama sembilan hari di Ruang Pinere. Pada hari kesembilan, tepatnya pada Selasa, 6 Oktober 2020, Muna  menjalani pengambilan swab untuk ketiga kali dan hasilnya juga langsung keluar hari itu juga. “Kata dokter, hasil swab bisa keluar dalam tiga jam,” sebutnya.

sinarpidie.co berkali-kali memastikan pada Muna, yang saat diwawancarai didampingi ibunya, bibi, dan neneknya, apakah di RSUDZA kemungkinan ia hanya menjalani rapid test; atau dalam kata lain, ketiga kali tes yang dijalaninya tersebut merupakan rapid test--bukan swab--, Muna dan keluarganya memastikan: "Dimasukkan ke dalam hidung dan rasanya cukup sakit!"

Baca juga:

Pada Kamis, 8 Oktober 2020, rencananya Muna akan menjalani operasi tulang rahang, namun hal itu kembali ditunda hingga Senin, 12 Oktober 2020. “Karena dokter masih ragu dengan hasil negatif swab saya,” katanya lagi. “Dua hari berselang, pada Kamis, saya diswab lagi. Setelah hasil swab keluar dan negatif, baru dokter yakin saya sudah negatif dan akan dioperasi Senin, 12 Oktober 2020.”

Tiga hari setelah menjalani operassi, Muna diizinkan pulang ke rumahnya. "Tapi masih harus konsul. Bulan Februari 2021 nanti, gips di rahang akan dilepas,” tutupnya.

Hingga berita ini diturukan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS. Pertanyaan sinarpidie.co apakah hasil swab bisa keluar dalam waktu tiga jam belum dijawab. []

Loading...