Winni Mawaddah dan Olahraga Menantang Adrenalin

·
Winni Mawaddah dan Olahraga Menantang Adrenalin
Winni Mawaddah, mahasiswi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Jurusan Sejarah di Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Di salah satu sudut Caffe di Kota Sigli, Pidie, seorang perempuan dengan setelan dress cokelat dengan motif kotak-kotak, jilbab pasmina cokelat, dan celana jins, sedang duduk menikmati es kopi gula aren sembari memainkan handphone-nya,  Sabtu, 11 Juli 2020 sore.

Dia adalah Winni Mawaddah, mahasiswi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Jurusan Sejarah di Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli. Sepintas wajah dan penampilan Winni memang biasa saja. Tak ada yang istimewa dari dirinya jika kita tidak kenal dekat dengan WIN, panggilan akrabnya itu.

"Saya adalah salah seorang atlet Arung Jeram yang mendapatkan medali emas pada PORA XIII di Aceh Besar pada 2018 lalu," kata Winni  membuka obrolan. "Kami dapat medali emas pada nomor head to head, satu perak pada nomor down river race, dan satu perunggu pada nomor slalom."

Perempuan kelahiran 4 Mei 1997 itu menuturkan sebelum menekuni dunia olahraga Arung Jeram, ia terlebih dahulu tercatat sebagai anggota Pramuka Racana Chik di Tiro - Ratu Inayat Zakiatuddin Unigha.

Anak pertama pasangan Karimudin dan Erlina Wati ini sudah mengarungi empat sungai menggunakan perahu karet rafting. "Saya pernah arungi Sungai Ciwulan, Tasikmalaya Jawa Barat pada Kejurnas 2018. Sungai Pulau Sangkar, Batang Merangin, Kerinci jambi pada kejurnas 2019, sungai di Bukit Jalin Kota Jantho Aceh Besar pada PORA Aceh ke-XIII 2018, dan sungai Geumpang Pidie, yang biasa saya jelajahi." kata wanita lulusan SMA Negeri 1 Peukan Baro, itu.

Dari ke empat sungai yang pernah dia arungi, lulusan SMP Negeri 2 Peukan Baro itu mengatakan sungai dengan air yang paling jernih dan bersih adalah sungai Bukit Jalin Kota Jantho. “Kalau untuk aliran sungai paling menantang, tentu saja aliran Sungai Geumpang," katanya. []

Loading...