Bincang

[Wawancara] Rosmiyadi: Saya tak Punya Beking

·
[Wawancara] Rosmiyadi: Saya tak Punya Beking
Sumber ilustrasi: tribunnews.com.

sinarpidie.co—Rosmiyadi alias Adi (nama panggilan), 45 tahun, yang beralamat di Gampong Mesjid Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, merupakan DPO dalam kasus Narkoba. Adi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polisi Nomor: DPO/35/IV/2016/Sat Resnarkoba tanggal 13 April 2016.

Kapolres Pidie AKBP Andy NS Siregar SIK, melalui Kasat Resnarkoba Polres Pidie, Iptu Yusra Aprilla SH MH, mengatakan petugas kepolisian dari Satuan Resnarkoba Polres Pidie mendatangi dan mencari Rosmiyadi alias Adi di Gampong Mesjid Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, sebanyak  dua kali.

“Pada tahun 2016, sehubungan dengan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh Tersangka Irwandi. Namun saat itu Rosmiyadi alias Adi tidak berada di rumah. Menurut keterangan isterinya, Rosmiyadi alias Adi sedang pergi ke Kabupaten Aceh Timur. Pada tahun 2017, sehubungan dengan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh Tersangka Banta Rizal. Namun saat itu Rosmiyadi alias Adi tidak berada di rumah dan menurut keterangan isterinya Rosmiyadi sedang keluar,” kata Iptu Yusra SH MH Selasa, 28 Januari 2020 lalu.

Senin, 27 Januari 2020, pukul 15.27 WIB, sinarpidie.co memergoki Rosmiyadi alias Adi sedang menjual sabu dagangannya di Jalan Bambi-Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh, tepatnya di Gampong Bambi Cempala Kuneng.

Baca juga:

Melalui sambungan telepon selular, Kamis, 6 Februari 2020, Rosmiyadi menjawab sejumlah pertanyaan sinarpidie.co. Berikut petikan wawacara Rosmiyadi dengan sinarpidie.co.

Kami butuh konfirmasi dari Anda terkait berita tempo hari…

Jadi begini, masalah BAN mengapa terbawa-bawa nama saya? Itu saya heran juga. Kemudian dalam kasus SUN itu juga tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Yang betul barang si IRWAN, adik SUN, yang dari saya. Saya akui itu.

Dalam kasus BAN, nama Anda tertera dalam putusan pengadilan dan aparat kepolisian pernah menggerebek rumah Anda atas keterangan BAN. Selain itu, SUN mengatakan dia tiga bulan menjadi kurir Anda. Kata SUN, baik si LEM maupun dia, sama-sama mengambil barang pada Anda dan mengantar punya Anda…

Keterangan dari SAR juga banyak yang salah. Maksud saya, bukan salah semua tapi banyak yang salahnya. Dulu memang benar anaknya, FER, kerja sama saya. Tapi tidak lama juga dia sama saya. Kadang orang iri pada kita, mereka cari isu yang tidak-tidak.

AFDL ZKR juga kurir Anda yang pernah tertangkap tapi kemudian dibebaskan?

Sabu pada dia dari tangan orang lain bukan dari tangan saya. Saat kejadian itu saya tidak berada di tempat karena saya di Aceh Timur. Saya punya usaha jual baju anak-anak dan baju daster perempuan di lapak di Sungai Raya, Aceh Timur. Ada yang bilang saya bawa pulang sabu dari Aceh Timur, itu semuanya tidak benar.

Tapi beredar kabar yang tebus AFDL ZKR itu Anda?

Saya tidak berada di tempat saat itu. Bagaimana pengurusannya saya tidak tahu karena saya tidak berada di tempat. Dalam kasus IRWAN, itu saya akui dari saya.

Mengapa Anda bisa bertahan begitu lama dalam bisnis ini tapi tidak ditangkap?

Saya sudah berhenti sekarang.

Lantas dari mana sabu itu berasal?

Saya sendiri dalam usaha itu. Saya kerja sendiri, risiko saya tanggung sendiri, dan tidak melibatkan beking atau orang lain. Barang saya ambil lewat kawan. Misalnya, kosong, saya telepon kawan, tolong bantu cari sedikit. Tidak ada tempat yang khusus. Kalau barangnya bagus dan harganya cocok, saya ambil.

Selain SUN, IRWAN, dan AFDL ZKR, ada beberapa Narapidana yang saat ini sedang menjalani hukuman, karena terjerat kasus narkoba, memberi pengakuan bahwa mereka ditangkap setelah mengambil barang pada Anda. Mereka memberi pengakuan sangat detail tentang cepu dan barang Anda?

Tidak benar itu. Saya tidak pernah menjebak orang. Kalau saya jebak orang, yang hancur kan saya juga, karena saya ikut dikejar polisi. []

Komentar

Loading...