Warna-Warni Pembukaan Sidang Paripurna Pembahasan Raqan APBK 2020

·
Warna-Warni Pembukaan Sidang Paripurna Pembahasan Raqan APBK 2020
Dari kiri ke kanan: Wakil Ketua DPRK Pidie Fadli A Hamid, Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, dan Bupati Pidie Roni Ahmad saat pembukaan sidang pembahasan rancangan qanun tentang APBK Pidie tahun anggaran 2020 di gedung DPRK Pidie Rabu, 18 Desember 2019 malam. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Bupati Pidie Roni Ahmad SE sampai ke Gedung DPRK Pidie, Rabu, 18 Desember sekira pukul 21.00 WIB dengan menumpangi mobil dinas Toyota Hi-Ace. Sekelebat cahaya tiba-tiba muncul dari dalam mobil itu tatkala pintu tengah mobil tersebut dibuka. Begitu Bupati Pidie Roni Ahmad SE keluar dari mobil yang sempat parkir sebentar di depan pos sekuriti Gedung DPRK Pidie, dasi garis-garis berwarna-warni menyembul dari jas hitam yang ia kenakan.

Tatkala sepasang sepatu kulit hitam yang mentereng menyentuh lantai keramik putih, Bupati Pidie Roni Ahmad SE, bersama Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Idhami SSos MSi, melangkah ke dalam ke ruang Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid, yang terletak di sisi kiri lobi gedung itu.

Selang beberapa saat, suami Mahdalena, itu, keluar dari ruangan Wakil Ketua DPRK Pidie Fadli A Hamid, lalu ia memasuki ruangan utama rapat paripurna.

Sekretaris DPRK Pidie Drs Sayuti MM, yang sedari tadi mondar-mandir dan keluar-masuk gedung DPRK Pidie, berujar dalam bahasa Aceh dengan suara yang parau, “Masuk-masuk dulu. Sudah bisa kita mulai rapat. Ayo… ayo…"

Kepala dinas, kepala badan, kabid, kasi, dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie secara teratur masuk ke dalam gedung tersebut. Dalam setelan jas hitam dan kopiah beludru, kecuali Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Apriadi SSos, yang mengenakan setelan jas abu-abu, mereka satu per satu menandatangani secarik kertas di atas meja di sisi kiri sebelum ruangan utama rapat paripurna dalam antrian yang rapi dan teratur.

Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail SPdI MAP, membuka sidang paripurna masa persidangan I DPRK Pidie tentang pembahasan rancangan qanun APBK Pidie tahun anggaran 2020.

Agar sidang tersebut diberkahi Allah SWT, Mahfuddin Ismail SPdI MAP, mula-mula, mempersilakan Teungku Noval membacakan ayat suci Alquran. Sejurus kemudian, para peserta sidang berdiri dan bersalawat badar. Kemudian, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Serentak.

Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail SPdI MAP membuka sidang tersebut. Dalam pengantar pimpinan DPRK Pidie, ia mengatakan, Pemkab Pidie menyerahkan raqan tentang APBK Pidie tahun 2020 pada Senin, 16 Desember 2019. Artinya, kata dia, Pemkab Pidie telah melewati tenggat waktu yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Hal ini menjadi ketidaknyamanan bagi kami DPRK Pidie baik dalam proses pembahasan nantinya dengan sisa waktu tahun anggaran berjalan yang tinggal hitungan jari maupun terhadap tanggung jawab moral kami kepada masyarakat Pidie yang telah menaruh harapan agar proses pembahasan anggaran bisa selesai dengan tepat waktu. Namun, harapan itu tidak dapat terpenuhi,” kata Mahfuddin.

Oleh karena itu, Mahfuddin Ismail berharap, Pemkab Pidie dan DPRK Pidie membangun komitmen bersama agar pada tahun anggaran selanjutnya keterlambatan serupa tidak terjadi lagi.

“Kami mengharapkan, dalam pembahasan R-APBK 2020 harus benar-benar mempertimbangkan prioritas dan program yang menyentuh kepentingan masyarakat,” kata Mahfud lagi.

Bupati Pidie, Roni Ahmad, saat menyampaikan nota keuangan  dan rancangan qanun tentang APBK Pidie tahun 2020, mengatakan, total pendapatan dalam rancangan APBK Pidie 2020 sebesar Rp 2.240.413.334.315.

Pendapatan Kabupaten Pidie dari pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun anggaran 2020, sebutnya, ditargetkan sebesar Rp 2.241.443.398.315, dari dana perimbangan pada 2020 ditargetkan sebesar Rp 1.232.287.106.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada 2020 ditargetkan sebesar Rp.764.755.007.639.  “Total pendapatan tersebut dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 1.444.902.957.992 dan belanja langsung sebesar Rp 807.382.707.120. Dengan demikian jumlah anggaran belanja pada rancangan APBK Pidie 2020 adalah sebesar Rp 2.53.285.665.112,” kata Bupati Roni Ahmad.

Baca juga:

Kata Bupati Pidie Roni Ahmad lagi, penerimaan pembiayan daerah dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun 2019 ditargetkan Rp 11.872.330.797. Anggaran tersebut nantinya akan masuk ke dalam kelompok pengeluaran daerah yang tidak direncanakan.

Usai penutupan sidang paripurna, saat ditanyai wartawan apa penyebab terlambatnya penyerahan rancangan qanun APBK Pidie 2020 oleh TAPD Pemkab Pidie kepada DPRK Pidie, Bupati Pidie Roni Ahmad menjawab, “Karena budaya pejabat yang tidak disiplin. Ke depan, bersama Sekda Pidie, kami akan mengambil tindakan bila ASN tak menyelesaikan tugas mereka dengan baik dan tepat waktu. Bila perlu, kita akan buat perbup agar bisa kita ambil tindakan."

Sekda Pidie Idhami SSos MSi, yang berdiri di samping Bupati Roni Ahmad, ikut menjawab. “Terlambatnya penyerahan dokumen R-APBK ke DPRK Pidie karena ada dana sebesar Rp 48 miliar, yang termasuk punya Sekwan DPRK Pidie di dalamnya, harus diverifikasi semua, untuk diputuskan mana yang lebih mendesak," sambung Idhami.

Ditanyai sinarpidie.co pada Bupati Pidie Roni Ahmad, berapa persentase realisasi PAD Pidie untuk 2019, Sekda Pidie Idhami SSos MSi menyela, “Sudah mencapai 94 persen, itu data bulan November.”

Lalu, Bupati Roni Ahmad menyambung ucapan Idhami tersebut. “Itu sudah lebih dari target,” kata pria yang akrab disapa Abusyik, itu. []

Komentar

Loading...