Warga Tak Dilibatkan dalam Revisi RTRW Rp 400 Juta

·
Warga Tak Dilibatkan dalam Revisi RTRW Rp 400 Juta
Kompleks Gedung Pidie Convention Center (PCC) di Gampong Lampeudue Baroh, Kemukiman Tijue, Kecamatan Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co -  Penggodokan revisi rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Pidie 2014-2034 tahap I, yang dikerjakan oleh PT Sisarty Baksia Asasta pada tahun anggaran 2021, tidak melibatkan partisipasi masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Ridwan ST, berdalih bahwa beberapa tokoh masyarakat telah diundang dalam Focus Group Discussion (FGD), tapi mereka tidak menghadiri FGD tersebut.

“Dalam proses revisi RTRW tahap I, konsultan telah menggelar FGD sebanyak tiga kali. FGD itu digelar di kantor Bappeda Pidie. Pesertanya rata-rata dari unsur SKPK di lingkungan Pemkab Pidie,” katanya Kamis, 4 November 2021.

Baca juga:

Realiasi anggaran kegiatan revisi RTRW tahap I Pidie 2014-2034 adalah 65,9 persen dari nilai kontrak Rp 444.070.000. Anggaran tersebut terserap untuk FGD, pembuatan laporan pendahuluan, laporan proses kegiatan, laporan awal, laporan akhir, dan peta dasar.

Sekretaris Gampong Lampueudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Riswandi, mengatakan pihaknya sama sekali tidak mendapatkan informasi terkait kegiatan revisi RTRW tahap I alih-alih mendapatkan undangan FGD. Padahal, Gampong Lampeudeu Baroh adalah salah satu gampong yang terdampak alih fungsi lahan tambak paling tinggi untuk pembangunan fasilitas umum yang dibiayai APBK Pidie, seperti pembangunan Gedung Pidie Convention Center dan Sport City Pekan Olahraga Aceh atau PORA.

“Kami tidak dilibatkan dalam kegiatan revisi RTRW Pidie,” kata Ridwandi, Kamis, 4 Oktober 2021.

Loading...