Warga Pijay Pertanyakan Kenaikan Tagihan Listrik 3 Kali Lipat

·
Warga Pijay Pertanyakan Kenaikan Tagihan Listrik 3 Kali Lipat
Sumber ilustrasi: radarbogor.id.

sinarpidie.co-Masyarakat Pidie Jaya mempertanyakan kejanggalan kenaikan tagihan listrik yang mencapai tiga kali lipat pada Mei 2020.

Mahyudi, 36 tahun, warga Gampong Nanggroe Barat, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, merasa heran dengan tagihan listrik yang mengalami kenaikan tanpa dasar tersebut.

"Tagihan pada 24 Maret sebesar Rp 312 ribu dan 20 April Rp 297 ribu, sementara tagihan pada 8 Mei 2020 mencapai Rp 806 ribu. Padahal pemakaian listrik di rumah seperti biasa," ujarnya pada sinarpidie.co, Minggu, 17 Mei 2020. "Ini harus dijelaskan oleh mereka (PLN) kepada publik karena sangat janggal. Keadaan sedang seperti ini (Corona) mereka malah aneh-aneh."

Hal yang sama juga dikatakan salah seorang warga Kecamatan Meurah Dua, yang identitasnya enggan dituliskan.

"Apa yang terjadi ini saya tidak percaya dan menaruh curiga. Karena sebelum Corona tidak pernah sampai segitu tagihan listrik. Paling tinggi sekitar Rp 350 ribu. Sekarang tiba-tiba saja mencapai Rp 800 ribu lebih," kata dia.

Manajer Rayon PLN Meureudu Mustafa mengatakan pada Februari 2020 pihaknya tidak mendata meteran melalui foto KWH sehingga tagihan pembayaran pada Maret dan April dihitung rata-rata berdasarkan estimasi.

"Karena Covid-19 kemarin kita tidak bekerja. Jadi saat sudah dilakukan foto KWH pembayarannya sudah sesuai dengan yang semestinya. Ketika ditagih bulan ini seakan terasa lebih besar," ujar Mustafa pada sinarpidie.co.

Sumber sinarpidie.co di PLN Rayon Meureudu yang identitasnya enggan dituliskan justru membantah apa yang disebutkan Mustafa.

Katanya, pendataan tagihan lewat foto KWH justru belum dilakukan hingga April 2020.

"Yang saya tahu April mereka belum bekerja melakukan foto meteran. Baru bulan ini mereka bekerja lagi untuk tagihan awal bulan enam nanti," kata dia. []

Loading...