Warga Batee Pertanyakan Alasan Air di Embung Lhok Keumude Diminta untuk Dibuang

·
Warga Batee Pertanyakan Alasan Air di Embung Lhok Keumude Diminta untuk Dibuang
Embung Lhok Keumude Batee. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Para petani di Gampong Mee, Gampong Seulatan, dan Gampong Alue Lada, di Kemukiman Pande, Kecamatan Batee, Pidie, mempertanyakan kejelasan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Embung Lhok Keumude yang akan dikerjakan tahun ini dengan anggaran Rp 1,7 miliar. Sebab, CV Adan Prakasa, rekanan pemenang proyek tersebut, dan Dinas PUPR Pidie pada Rabu, 28 April 2021 malam, memerintahkan penjaga pintu air Embung Lhok Keumude untuk membuang semua air dari dalam embung tersebut.

Imum Mukim Pande, Kecamatan Batee, Pidie, M Sulaiman, mengatakan terdapat 572 naleh atau 134 hektare sawah di sana yang telah siap dilakukan pengolahan tanah dan penyemaian benih untuk musim tanam gadu. "Kalau hanya mengerjakan rehab irigasi, kenapa harus air embung dibuang?" katanya, Kamis, 29 April 2021. "Air di embung itu sangat dibutuhkan."

Menurut M Sulaiman, kontraktor proyek tersebut akan mengerjakan lining embung. "Ada banyak saluran irigasi yang belum tersemen, itu yang perlu disemen. Lining embung tersebut sudah tidak perlu dicor. Kerjakan proyek sesuai nama kegiatan," katanya.

Keujreun Blang Gampong Mee, Kecamatan Batee, Pidie, Adnan, 60 tahun, mengatakan "ada dua kilometer jaringan irigasi yang harus diperbaiki".

Dirinya sangat berharap, pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Embung Lhok Keumude benar-benar dikerjakan untuk irigasi, bukan untuk pengecoran lining embung.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada PUPR Pidie, Darwinsyah, tidak menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan sinarpidie.co. "Pekerjaan belum dimulai. Setelah lebaran, kami akan duduk kembali dengan pihak kecamatan," katanya, Jumat, 30 April 2021.

Loading...