Kawula Muda

Wardatuttiflah, Perancang Busana Muda Berbakat asal Pijay

·
Wardatuttiflah, Perancang Busana Muda Berbakat asal Pijay
Wardatuttiflah, 25 tahun, perancang busana dalam balutan busana produknya sendiri, yakni Abaya Cacao Colorfull (terinspirasi dari warna-warni tanaman cokelat di Pijay). Foto Ist.

sinarpidie.co--Wardatuttiflah, 25 tahun, perempuan asal Keude Trienggadeng, Pidie Jaya, merupakan perancang busana yang terbilang sukses walau usianya masih muda.

Ia merintis usahanya— produk brand Abaya dan usaha WRD Official— pada tahun 2011 silam dan kini karya-karyanya sudah dikenal para fashionista tanah air. Jauh sebelumnya pun, semenjak tahun 2017, busana karyanya sudah dikenakan oleh model papan atas.

"Yang sudah dilaunching itu Abaya Cacou Colorfull. Itu terispirasi dari warna-warni alami coklat khas Pidie Jaya," ujar Wardatuttiflah, kepada sinarpidie.co, Sabtu, 14 September 2019.

Anak kedua dari lima bersaudara ini mengatakan, awal ketertarikannya di dunia Fashion Desainer bermula ia masih duduk di bangku MTSN 1 Trienggadeng.

"Suka tahu gaya berbusana, begitu juga tentang warna, habis itu saya coba-coba desain, dan suka kepolah kadang-kadang. Setiap yang orang pakai mau tau itu bahan apa," katanya.

Hingga akhirnya pada 2008 saat masih tercatat sebagai siswi MAN 1 Negeri Trienggadeng, ia benar-benar menekuni dunia tersebut dengan merancang dan menjahit sendiri busana yang ingin ia produksi walaupun hasilnya belum terlalu maksimal pada saat itu.

"Tahun itu sudah benar-benar menjahit dan mendesain walaupun saat itu ilmu belum ada, semua berjalan secara otodidak karena belum belajar ataupun mengikuti kursus," ujar Alumni Fakultas Pertanian Prodi Manajemen Agribisnis Unsyiah dan alumni FKIP Prodi Tata Busana Unsyiah, itu.

Ia lantas memilih untuk mengikuti kursus di bidang tersebut dan akhirnya ikut memaperkan busana hasil produksinya pada setiap event-event fashion designer di Aceh.

"Untuk mempromosikan hasil karya kita, tentu harus mengikuti event-event yang dilaksanakan oleh para sponsor," lanjutnya lagi. “Dari sekian event-event tersebut pernah mendapatkan juara tiga se Aceh, di acara Aceh Islamic Fashion Parade (AIFP). Harapan tiga se-Aceh Desain Khas Daerah."

Perempuan berkulit sawo matang ini memiliki tips untuk menjadi fashion desainer professional. “Haruslah tekun dan fokus untuk benar-benar bisa. Terus bekarya artinya terus mencari informasi, karena semakin hari trend dan modelnya semakin up date, " tutup perempuan yang akrab disapa Warda, itu. []

Komentar

Loading...