Wadir Bidang Pelayanan RSUDZA: Skrining Covid-19 seluruh Pasien untuk Memutus Rantai Penyebaran Virus

·
Wadir Bidang Pelayanan RSUDZA: Skrining Covid-19 seluruh Pasien untuk Memutus Rantai Penyebaran Virus
Sumber ilustrasi: detik.com.

sinarpidie.co - Skrining Covid-19 pada seluruh pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh merupakan standar pelayanan yang diterapkan rumah sakit tersebut. Hal itu dikatakan Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUDZA Banda Aceh, Dr dr Endang Mutiawati Sp S K, menanggapi prosedur penanganan operasi patah tulang rahang Muna, bukan nama sebenarnya, 17 tahun, warga Kecamatan Batee, Pidie, yang mengalami kecelakaan pada Minggu, 27 September 2020 lalu dan dirujuk ke RSUDZA pada Senin, 28 September 2020 dini hari.

“Saat di IGD, yang bersangkutan pasti dirapid-test dan hasilnya reaktif sehingga dilakukan pengambilan swab. Karena hasil swab juga positif, pasien kemudian dirawat di Ruang Pinere,” kata  Dr dr Endang Mutiawati Sp S K, Kamis, 5 November 2020.

Ia juga mengatakan pelaksanaan operasi pada pasien dilakukan setelah pasien tersebut dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di RSUDZA.

“Kita berupaya agar rumah sakit ini tidak tutup di tengah pandemi Covid-19. Operasi memakan waktu yang berjam-jam. 15 menit berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 sudah termasuk ke dalam kontak erat. Jadi, operasi baru bisa dilaksanakan saat pasien sudah sembuh dari Covid-19,” kata dr Endang. "Untuk hasil tes PCR, sekali running alat bekerja 4 jam untuk 50 sampel."

Baca juga:

Diberitakan sebelumnya, pada Senin, 28 September 2020 dini hari, Muna mengatakan dirinya menjalani dua kali pengambilan swab. Ia kemudian menjalani perawatan selama sembilan hari di Ruang Pinere, ruang penyakit infeksi new-emerging dan re-emerging yang saat ini menjadi ruang isolasi para pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Pada hari kesembilan ia dirawat, tepatnya pada Selasa, 6 Oktober 2020, Muna  menjalani pengambilan swab untuk ketiga kali, yang hasilnya keluar hari itu juga. “Kata dokter, hasil swab bisa keluar dalam tiga jam,” sebut Muna, Rabu, 4 November 2020 kemarin.

Pada Kamis, 8 Oktober 2020, rencananya, Muna akan menjalani operasi tulang rahang, namun hal itu kembali ditunda hingga Senin, 12 Oktober 2020. “Karena dokter masih ragu dengan hasil negatif swab saya,” katanya lagi. “Dua hari berselang, pada Kamis, saya diswab lagi. Setelah hasil swab keluar dan negatif, baru dokter yakin saya sudah negatif dan akan dioperasi Senin, 12 Oktober 2020.” []

Loading...