Tujuh Sayatan pada Rambut Juliana

·
Tujuh Sayatan pada Rambut Juliana
Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am SAg SH MH, dalam konferensi pers di Mapolres Pidie Jaya, Rabu, 17 Juni 2020 malam. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Gaduh. Sejumlah pria merepet dalam bahasa Aceh. Repetan itu jeda saat seorang pria, yang dengan jenggotnya yang keperakan dan tangannya yang sudah keriput dapat menjadi petunjuk bahwa seharusnya pria ini cukup tua untuk bertindak lebih bijak di hadapan maling sekalipun,  alih-alih bertindak seperti tukang jagal di Rumoh Geudong pada awal-awal 1990-an, dengan kasar tiba-tiba menarik jilbab dengan dua kali hentakkan tangan lalu memotong rambut Juliana, 36 tahun, perempuan asal Medan, Sumatra Utara, dengan pisau dapur Rabu, 17 Juni 2020 sekira pukul 08.30 WIB karena perempuan tersebut tertangkap tangan mencuri uang senilai Rp 13 juta di salah satu toko kelontong di Pasar Ulee Glee, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya.

Pada saat pria itu menjambak rambut Juliana lalu mengerat ramput perempuan yang menatap kosong ke depan dan tampak kebingungan ini, yang kemudian terdengar hanyalah teriakan perempuan malang itu. Hening sebentar. Tak puas dengan satu sayatan, pria itu melakukannya lagi. Di sebelahnya, seorang pria botak tengah yang pada wajahnya tak terlihat pantulan rasa iba sedikitpun, apalagi penyesalan, dengan seringai mengejek menarik dan menekan lengan Juliana kuat-kuat. Beberapa pria berbadan tegap juga melakukan apa yang dilakukan pria botak tengah itu. Teriakan Juliana yang naik turun sama sekali tak membuatnya terhindar dari sayatan selanjutnya. Sedikitnya, Juliana menerima tujuh sayatan, sebagaimana terlihat dalam sebuah video berdurai satu menit yang beredar di media sosial (medsos).

Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am, melalui Kapolsek Bandar Dua Iptu Faisal mengatakan Juliana merupakan salah satu anggota sindikat tindak pidana pencurian.

“Dia tidak bekerja secara sendirian tetapi dibantu beberapa orang lainnya,” kata Kapolsek Bandar Dua Iptu Faisal, Rabu, 17 Juni 2020. “Tersangka sudah tiba di Jaya sekitar dua hari lalu dengan dua pria lainnya. Pada malam hari, dia diantar oleh kedua pria ke Pasar Ulee Glee dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis Avanza BK 1059 BH.”

Dalam melakukan aksi pencurian tersebut, tersangka melakukannya dengan modus berbelanja rempah-rempah di Pasar Ulee Gle. “Tersangka yang tertangkap tangan berujung dipotong rambutnya karena amarah massa yang sudah tidak terbendung. Namun kemudian, usai personil Polsek Bandar Dua tiba, masa berhasil ditenangkan. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolsek Bandar Dua untuk diintrogasi lebih lanjut," ujarnya

Usai mendalami keterangan tersangka, personil Polsek Bandar Dua kemudian berhasil mengamankan dua pria lainnya—Agus Safrizal, 35 tahun warga Kisaran, Sumut, dan Miswan, 47 tahun, warga Medan, Sumut –serta satu unit mobil yang digunakan dalam melakukan aksi mereka, di SPBU Ulee Gle.

"Adapun barang bukti berupa satu unit mobil Avanza, sejumlah uang Rp 13 Juta, 10 euro, 1 ringgit, 5 riyal, 20 bath, serta delapan unit ponsel dengan berbagai macam merek, " jelasnya.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am SAg SH MH, dalam konferensi pers di Mapolres Pidie Jaya mengatakan, catatan kriminal serupa yang dilakukan Juliana terjadi di Deli Serdang dan Dene, Sumatera Utara. “Pada 2018, Juliana mengenal tersangka Miswan. Pencurian yang dilakukan sindikat ini sejak 2018 tersebar di tiga provinsi, yakni Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Di Aceh, sindikat ini sudah melancarkan aksi mereka di Lhoksumawe, Lhoksukon, Langsa, Banda Aceh, Pidie Jaya, Bireun, dan Pereulak,” kata Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am SAg SH MH, Rabu, 17 Juni 2020 malam.

Saat ini, baik Juliana maupun Miswan  telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara Agus Safrizal masih berstatus sebagai saksi.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am SAg SH MH mengatakan pihaknya juga akan mendalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan tindakan pemotongan rambut Juliana. "Kami akan melakukan penyelidikan supaya jangan ada lagi yang main hakim sendiri. Dalam situasi apapun serahkan prosesnya kepada penegak hukum," ujar Musbag Ni'am. “Begitu juga dengan penyebar video kekerasan tersebut. Kami akan menelusuri lebih lanjut.”

Apakah catatan kriminal dan jumlah uang yang telah dicuri Juliana bisa menjadi pembenaran untuk tidak menghukum pria yang jelas-jelas menggenggam sebilah pisau dengan sebatang rokok terselip di bibir keriputnya untuk menistakan maling ini di muka umum, atau menjadi hal yang patut, sebagaimana seringai mengejek pria botak tengah, saat ia menarik lengan Juliana seperti menarik benang layang-layang? []

Loading...