Truk Pasir untuk Warga Kunyet

·
Truk Pasir untuk Warga Kunyet
Imum Mukim Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Khalidin, mengatakan setelah menggelar rapat di tingkat kemukiman, warga telah bersepakat untuk memperbaiki jalan rusak tersebut secara swadaya dan gotong royong. Dok. sinarpidie.co.

Di dalam jaringan jalan kolektor primer empat status jalan kabupaten dengan panjang total ruas jalan 1.016,87 Km, sebagaimana termaktub di dalam Qanun Kabupaten Pidie Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) Kabupaten Pidie Tahun 2014-2034, tidak tercantum jalan Blang Rimeh - Puloe Kawa. 

Warga Kemukiman Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, harus mengurut dada. Berharap jalan yang rusak di sana diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie tahun ini umpama mimpi di siang bolong.

Warga terpaksa mengambil inisiatif untuk menggalang donasi dan bergotong-royong guna memperbaiki jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun. Pemkab Pidie tampaknya hanya menghargai warga kemukiman ini dengan truk pasir untuk lima ratus meter. 500 meter lainnya merupakan sumbangan kontraktor jalan tol. Di samping itu, Pemkab Pidie, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, mengerahkan tiga unit alat berat ke Kunyet saat warga sedang bergotong-royong. Sekali lagi, berharap Jalan Padang Tiji-Kunyet diperbaiki sesuai mekanisme penganggaran yang formal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, yang disahkan oleh DPRK dan Pemkab Pidie, tampaknya membutuhkan perjuangan yang panjang dan melelahkan.

Total panjang ruas Jalan Padang Tiji-Kunyet adalah 7,5 kilometer, yang terbentang dari Gampong Geulidieng hingga Gampong Seunadeue, Kemukiman Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Dari total panjang jalan 7,5 kilometer, kondisi 2,9 kilometer jalan di antaranya rusak parah.

Tahun 2020 lalu, melalui APBK Pidie Perubahan, Pemkab Pidie menganggarkan Rp 2,5 miliar untuk peningkatan jalan yang merupakan bagian dari jalan kabupaten jaringan jalan kolektor primer empat tersebut. Namun proyek peningkatan jalan sepanjang 1 kilometer tahun lalu tersebut gagal terealisasi. Tahun ini, dalam APBK Pidie 2021, peningkatan jalan Padang Tiji-Kunyet nihil.

 Baca juga:

Hal yang sama juga dialami warga Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong. Dibangun selama tiga tahun berturut secara bertahap sejak 2014 hingga 2016, Jembatan Pusong-Jeumarang keburu ambruk sebelum sempat dilintasi warga karena diguncang gempa 6,5 SR, yang berpusat di Pidie Jaya, pada 7 Desember 2016 lalu. Dua tahun setelahnya, pembangunan jembatan ini kembali dilanjutkan dengan nilai pekerjaan Rp 30,6 miliar: tanpa dinding penahan oprit.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Ir Samsul Bahri MSi, sebelumnya mengatakan seharusnya timbunan oprit, dinding penahan oprit, dan pengaspalan, telah terealisasi pada tahun anggaran 2020 lalu dengan pagu anggaran Rp 5,8 miliar. Namun karena bersumber dari Dana Alokasi Khusus atau DAK bidang infrastruktur, dan DAK mengalami pemangkasan akibat wabah Covid-19, pembangunan lanjutan jembatan ini pada 2020 tak bisa dikerjakan. Sekali lagi, sama seperti warga Kemukiman Kunyet, warga Gampong Pusong juga tampaknya harus mengurut dada tahun ini, karena anggaran untuk membuat jembatan tersebut fungsional dan bisa dilalui warga juga nihil.

Tahun ini, bersumber dari DAK fisik regular sub-bidang bidang jalan Rp 12,4 M, peningkatan dua ruas jalan akan dilakukan, yaitu peningkatan struktur jalan Blang Rimeh - Puloe Kawa, Kecamatan Tangse, senilai Rp 7,6 M dan peningkatan struktur jalan Gampong Are Kecamatan Delima - Sanggeue Kecamatan Pidie senilai Rp 4,3 M.

Lalu, DAK fisik penugasan sub-bidang jalan Rp 8,7 M akan digunakan untuk peningkatan struktur jalan Beungga - Alue Calong Kecamatan Tangse senilai Rp 2,9 M dan peningkatan struktur jalan Lambaro Sukon - Mesjid Kecamatan Glumpang Tiga senilai Rp 5,4 M.

12 proyek jalan, dari 16 proyek jalan tahun ini di Dinas PU PR Pidie, dibangun dengan dana Otsus atau DOKA.

Peningkatan struktur jalan Blang Rimeh - Puloe Kawa, Kecamatan Tangse, senilai Rp 7,6 M menimbulkan tanda tanya besar: mengapa jalan ini bisa lolos di dalam APBK 2021? Di dalam jaringan jalan kolektor primer empat status jalan kabupaten dengan panjang total ruas jalan 1.016,87 Km, sebagaimana termaktub di dalam Qanun Kabupaten Pidie Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) Kabupaten Pidie Tahun 2014-2034, tidak tercantum jalan Blang Rimeh - Puloe Kawa.

Semoga pembangunan Jalan Padang Tiji-Kunyet dan Jembatan Pusong, yang tertera di dalam RT-RW, bisa dianggarkan dalam APBK Pidie Perubahan tahun ini. []

 

Loading...