Terdakwa Kasus 24 Kg Narkoba di Pijay Divonis 20 Tahun Penjara

·
Terdakwa Kasus 24 Kg Narkoba di Pijay Divonis 20 Tahun Penjara
Ilustrasi sabu. Sumber: kelanakota.suarasurabaya.net.

sinarpidie.co – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Meureudu menjatuhkan vonis tiga terdakwa kasus 24 kilogram narkoba jenis sabu dengan hukuman 20 tahun penjara. Sidang pembacaan putusan tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim, Muhammad Jamil dan didampingi dua hakim anggota, Deny Saputra dan Nurul Hikmah, di ruang sidang PN Pidie Jaya, Senin 6 Juli 2020. "Untuk ketiga terdakwa terbukti masing-masing dengan kualifikasi menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan 1 bukan tanaman," ujar hakim Nurul Hikmah usai sidang kepada wartawn.

Kata Nurul Hikmah lagi, hal yang meringankan terdakwa adalah para terdakwa belum pernah dihukum dalam kasus narkoba. "Dari ketiga terdakwa ini berdasarkan majelis hakim mempelajari perkara dan melihat fakta persidangan, terdakwa adalah perantara dalam kasus ini," katanya.

Ketiga terdakwa divonis, masing-masing, 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsidier 1 tahun penjara.

Baca juga:

Pengacara Ridwan dan Ali Sadikin, Muzakar, menyebutkan vonis yang dijatuhkan terhadap Ali Sadikin telah sesuai dengan rasa keadilan. Namun, dirinya  tidak menerima vonis terhadap Ridwan. Muzakar besikukuh terdakwa Ridwan tidak bersalah dan mesti bebas dari tuntutan sesuai dengan pledoi yang dibacakan beberapa waktu lalu. "Kalau menurut kami, putusan majelis hakim terhadap Ridwan tidak sesuai," katanya usai sidang.

JPU Kejari Pidie Jaya ajukan banding 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie Jaya menuntut tiga terdakwa, yakni Ridwan, Ali Sadikin dan M Yunus, dengan hukuman mati.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meureudu tersebut dinilai oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidie Jaya tidak sesuai dengan fakta dan pembuktian dalam persidangan.

"Kami tidak sependapat dengan putusan pidana yang dijatuhkan majelis hakim PN Meureudu,” kata Kasi Pidum Kajari Pidie Jaya, Aulia.  "Kita akan melakukan upaya hukum banding.” []

Loading...