Terbukti Selewengkan Bansos 10 KPM PKH, Empat Pendamping PKH di Mutiara Timur Dipecat

·
Terbukti Selewengkan Bansos 10 KPM PKH, Empat Pendamping PKH di Mutiara Timur Dipecat
Kantor Koperasi Konsumen Permata Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Mutiara Timur di Jalan Banda Aceh-Medan Nomor 12 Kota Mini. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co- Empat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, dipecat secara tidak hormat. Keempatnya terbukti melanggar Kode Etik SDM PKH Kemensos Kategori Pelanggaran Kode Etik berdasarkan Etika Hubungan Pasal 11.(5).d: tidak melaksanakan tugas berlandaskan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan transparansi.

Kepala Dinas Sosial Pidie Drs Muslim mengatakan usulan pemecatan keempat bekas pendamping PKH tersebut dilakukan pada Maret. “April pemecatan. Mereka sudah tak memiliki gaji lagi,” kata dia, Selasa, 30 Juni 2020.

Keempatnya sebelumnya menguasai 10 buku bank Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. “Uang yang diambil sebelumnya sudah dikembalikan. Buku dan ATM juga sudah dikembalikan,” sebutnya.

Baca juga:

Diberitakan sebelumnya, Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh Dr Taqwaddin Husin menegaskan empat oknum pendamping PKH yang menarik uang KPM PKH tanpa sepengetahuan KPM PKH tersebut harus diberi sanksi tegas supaya hal itu menjadi pembelajaran bagi yang lain.

"Kami meminta kepada pihak terkait, jika nantinya hasil pemeriksaan terbukti adanya penyelewengan maka oknum tersebut harus ditindak tegas. Penyalahgunaan wewenang merupakan salah satu tindakan maladministrasi, oleh karena itu, maka hal ini menjadi perhatian khusus pihak Ombudsman," kata Dr Taqwaddin dalam keterangan tertulis yang diterima sinarpidie.co Senin, 13 April 2020.

Ulah pendamping PKH di Kecamatan Mutiara Timur ini memang amat kelewat batas. Selain menipu 10 KPM PKH dengan menyalahgunakan buku tabungan dan ATM mereka, para pendamping tersebut juga sempat membuka Kantor Koperasi Konsumen Permata Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Mutiara Timur yang terletak di Jalan Banda Aceh-Medan Nomor 12 Kota Mini, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie. 2400 KPM PKH digiring untuk menyetor iuran bulanan Rp 15 ribu dan simpanan pokok Rp 50 ribu pada lembaga berkedok koperasi simpan pinjam itu. Tak tanggung-tanggung, mereka mencatut singkatan PKH (Permata Keluarga Harapan) untuk meyakinkan 2400 KPM di kecamatan ini agar bersedia menempatkan bansos yang mereka peroleh pada koperasi abal-abal tersebut. []

 

Loading...