Target PAD Turun dalam R-APBK Pidie 2020 dan Alami Defisit Rp 11 M

·
Target PAD Turun dalam R-APBK Pidie 2020 dan Alami Defisit Rp 11 M
Pembukaan rapat paripurna pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2020, di Gedung DPRK Pidie, 12 November 2019. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Rencana Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pidie pada 2020 turun dibandingkan target PAD pada 2019 lalu. Target PAD 2020 yang dirancang sebesar Rp 243.371.220.676, sedangkan pada 2019 lalu target PAD ditetapkan Rp 282.214.740.586 atau mengalami penurunan sebesar Rp 38.843.519.910.

Hal itu terungkap dalam pembukaan rapat paripurna pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2020, di Gedung DPRK Pidie, 12 November 2019.

“Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Pidie tahun anggaran 2020 telah dirumuskan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi objektif daerah saat ini dan perkembangan faktor-faktor eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah dan kapasitas fiskal daerah,” kata Bupati Pidie Roni Ahmad saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan sidang tersebut.

Pendapatan Kabupaten Pidie dari dana perimbangan pada 2020 ditargetkan sebesar Rp 1.233.317.170.000, atau mengalami peningkatan dari target pendapatan dana perimbangan pada tahun 2019 sebesar Rp 1.132.399.001.746.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah pada 2020 ditargetkan sebesar Rp.764.755.007.639, atau mengalami penurunan dari target pada 2019 lalu, yakni Rp 801.802.768.609.

Baca juga:

Total target pendapatan seluruhnya pada tahun anggaran 2020 adalah sebesar Rp 2.241.443.398.315. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan target pendapatan Pidie pada 2019  sebesar Rp 2.214.674.222.884.

Sementara, rencana belanja daerah Pidie pada 2020 sebesar Rp. 2.253.315.729.112. Artinya, terjadi defisit atau jumlah pendapatan yang lebih kecil daripada jumlah belanja sebesar Rp 11.872.330.797. Defisit dalam APBK Pidie pada 2019 lebih tinggi, yakni sebesar Rp 33.653.592.327. []

Komentar

Loading...