Target PAD Pidie Mundur Teratur

·
Target PAD Pidie Mundur Teratur
Rapat paripurna pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pidie 2021 dibuka Rabu, 25 November 2020 kemarin. (sinarpidie.co/DIky Zulkarnen).

Tahun 2021, target PAD Pidie dirancang Rp 243.604.727.920. Target PAD 2020 sebesar Rp 243.371.220.676, sedangkan pada 2019 lalu target PAD ditetapkan Rp 282.214.740.586 atau mengalami penurunan sebesar Rp 38.843.519.910. Kontribusi PAD pada APBK Pidie hanya sekitar 11 persen dari total APBK Pidie Rp 2 triliun.

sinarpidie.co - Rapat paripurna pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pidie 2021 dibuka Rabu, 25 November 2020 kemarin.

Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, dalam pengantarnya menyampaikan keterlambatan penyerahan dokumen-dokumen terkait rencana anggaran acapkali terulang setiap tahun. Padahal, kata dia, DPRK Pidie telah berulang kali mengingatkan Pemkab Pidie agar mempedomani jadwal dan tahapan penyusunan APBK seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Namun, kenyataannya persoalan keterlambatan ini terus berulang dari tahun ke tahun. Pengajuan rancangan KU-APBK dan rancangan PPAS tahun 2021 barus diajukan oleh Pemkab Pidie secara administrasi pada Jumat, 6 November 2020,” kata Mahfudin Ismail, Rabu, 25 November 2020.

Sementara, di lain pihak, Bupati Pidie, Roni Ahmad, memaparkan kapasitas fiskal APBK Pidie 2021, di mana Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp 243.604.727.920 pada tahun depan.

“Selanjutnya, pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp 1.809.426.926.633. Pendapatan lain-lain yang sah ditargetkan sebesar Rp 46.561.800.000. Sehingga, total pendapatan seluruhnya pada R-KUA dan PPAS Pidie tahun anggaran 2021 ialah sebesar 2.099.593.454.553,” kata Roni Ahmad dalam pidatonya di gedung DPRK Pidie kemarin.

Kata dia lagi, dari target pendapatan tersebut, rencana belanja daerah dialokasikan untuk belanja operasional pegawai sebesar Rp 1.205.301.056.373, belanja modal sebesar Rp 202.839.657.095, belanja tak terduga sebesar Rp 5.000.000.000, dan belanja transfer sebesar Rp 686.452.741.085.

Target PAD 2020 yang dirancang sebesar Rp 243.371.220.676, sedangkan pada 2019 lalu target PAD ditetapkan Rp 282.214.740.586 atau mengalami penurunan sebesar Rp 38.843.519.910.

Loading...