Tanpa TPS yang Ideal, Volume Sampah di Pidie selama MTQ Naik 16 Kubik per Hari

·
Tanpa TPS yang Ideal, Volume Sampah di Pidie selama MTQ Naik 16 Kubik per Hari
Petugas kebersihan sedang membuang sampah dari becak sampah motor ke TPS di depan BRI Lama di Kota Sigli. Foto direkam Sabu, 28 September 2019. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Volume sampah di Pidie yang ditangani petugas kebersihan selama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Aceh ke-34  sejak 20 September hingga 28 September 2019 bertambah 16 kubik per hari dari hari-hari biasa sebanyak 48 kubik per hari.

“Jadi 64 kubik per hari selama MTQ. Titik-titik sampah di Gedung Pidie Convention Center sebagai gedung utama dan di lokasi pasar rakyat di samping kantor Baitul Mal,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Murdani pada sinarpidie.co, Sabtu, 28 September 2019.

Pihaknya, kata Murdani, mengerahkan 2 truk pengangkut sampah per hari untuk mengangkut sampah-sampah pada gedung utama, pasar rakyat, dan rumah-rumah kafilah 23 kabupaten atau kota peserta MTQ.

“Dua truk pagi dan dua truk sore. Sampah-sampah tersebut ada yang langsung ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) di Cot Padang Nila dan ada yang di TPS di depan BRI lama,” kata dia.

Nurdin, 38 tahun, salah seorang pedagang di dekat TPS di depan BRI lama di Kota Sigli mengatakan, keberadaan TPS di lokasi padat pemukiman dan di tengah-tengah pasar tersebut sangat menganggu aktivitas pembeli dan pedagang.

“Saya jualan di kios ini dari 2005. Kalau mengenai keberadaan TPS, jangankan saya, seluruh orang yang ada di sini dan yang lewat di jalan ini jelas terganggu. Kalau ada hembusan angin maka baunya sangat terasa. Harusnya TPS itu tidak ada di tengah kota. Apalagi seperti ada acara MTQ banyak tamu dari luar Pidie yang jalan-jalan, pas mereka lewat kan malu, dalam kawasan kota ada TPS yang sangat bau,” kata dia.

Plt Dinas Lingkungan Hidup Pidie Murdani tak menampik hal itu. “Kita usahakan TPS tersebut akan direlokasi ke depan. Kita usahakan 2020 sudah ada TPS yang ideal di Pidie,” kata Murdani.

Adapun jumlah petugas kebersihan yang dikerahkan ke Gedung Pidie Convention Center, Pasar Rakyat, dan 10 titik lokasi mimbar sebanyak 41 petugas kebersihan.

Suriadi, 43 tahun, salah seorang pedagang baju sablon di Pasar Rakyat selama MTQ di Pidie mengatakan, dirinya dikenakan biaya kebersihan sampah Rp 2000 per hari.

Hal yang sama dikatakan Andi, 22 tahun. “Yang bersihin biasanya jam 7 pagi. Ada yang nyapu. Yang tidak nyaman, yaitu tidak ada kamar mandi di lokasi Pasar Rakyat ini. Saat sakit perut harus lari ke terminal,” kata Andi. []

Komentar

Loading...