Tak Terima Diberhentikan setelah Korup Dana BUMG dan Bantuan Gempa, Keuchik ini PTUN-kan Pemkab Pijay

·
Tak Terima Diberhentikan setelah Korup Dana BUMG dan Bantuan Gempa, Keuchik ini PTUN-kan Pemkab Pijay
Marzuki, Keuchik Gampong Musa Balee, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co -- Marzuki, Keuchik Gampong Musa Balee, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, menggugat Keputusan Bupati Pidie Jaya  Nomor 179 tentang pemberhentiannya sebagai keuchik gampong setempat ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Banda Aceh.

Gugatan ke PTUN Banda Aceh itu dilayangkan pada bulan Maret 2019. Hingga saat ini, proses di pengadilan tersebut telah berjalan enam kali persidangan.

“Saya mengambil keputusan untuk menggugat ke PTUN untuk membuktikan bahwa saya tidak melakukan dugaan tindakan korupsi, melainkan pemberhentian saya dilakukan secara sepihak,” kata dia, Rabu, 18 September 2019.

Camat Kecamatan Bandar Baru, Muhammad, yang dikonfirmasi sinarpidie.co mengatakan, sudah tujuh bulan salah seorang pegawai kantor camat setempat, Laila, menjabat sebagai Pj Keuchik Gampong Balee Musa.

"Segala keperluan masyarakat gampong itu ditangani oleh Ibu Laila. Kalau soal dia menggugat pemerintah terkait pemberhentiannya, itu saya tidak paham," kata Muhammad.

Kabag Pemerintahan pada Setdakab Pidie Jaya, Muslim Khadri, mengatakan Marzuki telah melanggar sumpah sebagai kepala desa karena menyelewengkan dana Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan dana bantuan gempa. Total dana diselewengkan oleh Marzuki, berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Pidie Jaya, kata Muslim, mencapai Rp 130 juta lebih. Namun, setelah temuan tersebut, Marzuki telah mengembalikan dana tersebut.

"Dia (Marzuki-red) telah menyelewengkan dana BUMG dan dana bantuan gempa, yang namanya penyelewengan kan sudah melanggar sumpah, sehingga dia diberhentikan setelah diusulkan oleh Tuha Peut Gampong tersebut," kata Kabag Pemerintahan Pemkab Pidie Jaya, Muslim Khadri kepada sinarpidie.co Rabu, 18 September 2019, di Meureudu.

Muslim merincikan dana yang diselewengkan oleh Marzuki antara lain, dana BUMG sebesar Rp 100 juta, bantuan gempa untuk pembangunan meunasah (surau) sekitar Rp 25 juta, dan dana kenduri saat pengungsian pasca-gempa Rp 7 juta. []

 

Komentar

Loading...