Tak Hanya Retribusi Pelayanan Sampah yang Raib, Pengelolaan Aset di Dinas Lingkungan Hidup Pijay juga Amburadul

·
Tak Hanya Retribusi Pelayanan Sampah yang Raib, Pengelolaan Aset di Dinas Lingkungan Hidup Pijay juga Amburadul
Tumpukan sampah di TPA Blang Awe. Foto direkam Senin, 25 Februari 2019. (sinarpidie.co/Bob).

sinarpidie.co—Sejumlah fasilitas penunjang untuk pelayanan persampahan dan kebersihan di Pidie Jaya—mobil tinja dan mobil bak sampah—terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.

Hal itu termaktub dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, sebagai mana terungkap dalam LHP LKPD Pidie Jaya tahun anggaran 2017 yang diterbitkan pada 4 Juni 2018: kedua kendaraan roda empat tersebut berada di rumah Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Data yang dihimpun sinarpidie.co, Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya memiliki sejumlah aset pelayanan persampahan, yakni enam unit  becak motor, 26 unit gerobak dorong, 16 unit kontainer, delapan unit dump truck, dan satu unit bulldozer.

"Semua masih ada, tapi kita tempatkan di setiap kecamatan masing-masing, " Kata Syukri Itam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya pada sinarpidie.co, Senin, 25 Februari 2019.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Pidie Jaya terletak di Blang Awe, Kecamatan Meureudu. Selama ini, TPA tersebut menerapkan sistim open dumping meskipun setiap hari sampah semakin menumpuk. Sebab, berdasarkan data yang diakses pada laman Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum, jumlah timbulan sampah per orang/hari 3.00 liter. 

"Pidie Jaya belum menerapkan sistem daur ulang," kata Syukri lagi. “Itukan data mereka, sah-sah saja.”

Ditanyai di mana posisi satu unit bulldozer yang seharusnya berada di TPA Blang Awe, Syukri menjawab, “Masih ada di TPA, belum ada penambahan alat lainnya, meski sebelumnya ada kita usul satu unit eskavator tapi tidak turun."

Pantauan sinarpidie.co di TPA Blang Awe, Senin, 25 Februari 2019, tidak ada bulldozer di tempat tersebut. Hanya terdapat satu unit dump truck yang terparkir di samping pos karyawan.

"Buldozer tidak setiap hari ada di sini, kecuali saat sampah sudah berserakan ke jalan yang membuat mobil dump truck tidak bisa lewat lagi, baru kami naikin bulldozer, " kata seorang pekerja di TPA tersebut, yang identitasnya enggan dituliskan.

Kata dia lagi, jumlah pekerja di TPA tersebut lima orang, dengan upah Rp 1.200.000 per bulan.

Baca juga:

"Hari ini saya cuma tinggal berdua. Pekerja yang lain sudah pulang ke kampung sebentar, besok balik lagi," katanya.

Setiap tahun, realisasi retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan di Pidie Jaya jauh dari target yang ditetapkan. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini ditetapkan Rp 300 juta per tahun. Namun yang terealisasi tak pernah di atas 20 persen. 

Pada 2017, misalnya, yang terealisasi hanya Rp 44.329.000 atau hanya 14.78 persen dari Rp 300 juta. []

Kontributor: Bob

Komentar

Loading...