Tahun Ini, Rumah Bantuan Gempa yang Dibangun di Trienggadeng 366 Unit

·
Tahun Ini, Rumah Bantuan Gempa yang Dibangun di Trienggadeng 366 Unit
Rumah untuk korban pascagempa 2006 lalu yang dibangun tahun ini. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co- 711 unit rumah untuk korban gempa Pidie Jaya tahap ketiga, yang terbagi dalam 47 paket, tersebar di Kecamatan Bandar Baru sebanyak 172 unit, Kecamatan Panteraja dua unit, Kecamatan Trienggadeng 366 unit, Kecamatan Meureudu 107 unit, Kecamatan Meurah Dua 22 unit, Kecamatan Ulim 17 unit, Kecamatan Bandar Dua 22 unit, dan Kecamatan Jangka Buya empat unit.

"Seluruh paket sudah teken kontrak. Dan kontraktor sudah memulai pekerjaan mereka," kata Aswan Aziz, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Jumat, 3 Juli 2020.

Pagu pembangunan 711 unit rumah tersebut ialah Rp 63 miliar. Pemerintah kabupaten setempat mencatat 17.565 rumah rusak ringan, 3.293 rumah rusak sedang dan 3.292 rumah rusak berat pascagempa pada 2016 silam.

Pada tahap pertama dan tahap kedua, pelaksanaan pembangunan rumah pascagempa 2016 di Pidie Jaya dilakukan secara swakelola padat karya dengan melibatkan 227 kelompok masyarakat (Pokmas) dan konsultan manajemen rehabilitasi dan rekonstruksi sektor permukiman berbasis masyarakat.

Baca juga:

Pemerintah kabupaten setempat mencatat 17.565 rumah rusak ringan, 3.293 rumah rusak sedang dan 3.292 rumah rusak berat pascagempa pada 2016 silam. Rumah rusak ringan mendapatkan bantuan Rp 350 ribu, rusak sedang Rp 20 juta, dan rusak berat Rp 85 juta.

Sedikitnya 2.202 unit rumah dengan kategori rusak berat diklaim telah terealisasi pada tahap pertama pada 2018 lalu (Rp 187 miliar), dan pada tahap kedua di tahun 2019 telah dibangun 297 unit rumah (Rp 25 miliar).

Dana pembangunan rumah pascagempa dan biaya konsultan manajemen tersebut bersumber dari dana hibah Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  []

Loading...