Banner Stunting

Tahun Depan, Pemerintah Aceh akan Tutupi 20 Persen Premi Asuransi Pertanian

·
Tahun Depan, Pemerintah Aceh akan Tutupi 20 Persen Premi Asuransi Pertanian
Mobil/mesin potong padi atau combine harvester kala musim panen di Kecamatan Glumpang Tiga Pidie berlangsung. Foto direkam pada Rabu, 25 Juli 2018. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Pemerintah Aceh, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, akan mengcover 20 persen premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk 4 ribu hektare sawah dengan estimasi 119 ribu petani di Aceh pada tahun anggaran 2020.

“Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh akan mengambil alih Rp 36 ribu premi asuransi tani. Tapi bagi petani-petani yang mau tanam dua kali dalam setahun,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Fakhrurrazi SP MSc pada sinarpidie.co, Sabtu, 23 November 2019.

Besaran premi AUTP Rp 180 ribu per hektare. Dari jumlah premi tersebut, petani diwajibkan membayar sebesar 20 persen atau Rp 36 ribu per hektare, sedangkan 80 sisanya atau Rp 144 ribu disubsidi pemerintah pusat melalui APBN. 20 persen inilah yang rencananya akan dicover oleh Pemerintah Aceh. Dengan asuransi tersebut, petani dapat mengklaim sebesar Rp 6 juta per hektare apabila terjadi gagal panen. 

“Ketika ada kerugian langsung diganti atau klaim. Ini akan menjadi program prioritas dinas dan Pemerintah Aceh,” kata dia lagi.

Dengan hitungan Rp 36 ribu dikali 4 ribu hektare sawah yang dicover, anggaran yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 144 juta. Dengan kata lain, angka yang premi asuransi lahan sawah yang dicover oleh Pemerintah Aceh amat minim bila dibandingkan dengan total luas baku lahan sawah di Aceh 276.827 hektare.

Akademisi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Rustam Effendi mengatakan program asuransi tersebut belum banyak diketahui oleh publik di Aceh.

“Tanggungjawab ini bisa dibagi dengan kabupaten atau kota lainnya di Aceh. Kita kan ada Otsus. Itu terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan bisa dibelanjakan dengan dana Otsus. Semestinya ini bisa dijadikan beban bersama. Sama dengan JKA, sama dengan beasiswa anak yatim. Tapi publik kan tidak tahu ini,” kata dia menguraikan.

Baca juga:

Program ini, kata dia lagi, sudah semestinya disosialisasikan lebih luas, sehingga Aceh dapat melakukan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan petani. “Apalagi kontribusi pertanian untuk PDRB cukup hebat. 29 persen. Dulu bahkan sampai 40 persen,” sebutnya.

Selain premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pemerintah pusat, melalui APBN, juga mensubsidi premi asuransi untuk Asuransi Usaha Ternak Sapi atau Kerbau (AUTS/K) dan Presmi Asuransi Nelayan (BPAN). []

Loading...