Supervisor Program BPNT Pidie Perbolehkan e-Warung Jual Barang di atas Harga Pasar Daerah Penyalur

·
Supervisor Program BPNT Pidie Perbolehkan e-Warung Jual Barang di atas Harga Pasar Daerah Penyalur
Sumber ilustrasi faktualnews.co.

Namun, H Yunidar tak menjelaskan, adakah pihaknya menetapkan harga eceran di tingkat konsumen, sebagaimana harga beras dan harga telur ditetapkan di tingkat produsen.

sinarpidie.co— Supervisor Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Pidie, yang juga Kabid Fakir Miskin pada Dinas Sosial Pidie, H Yunidar, menanggapi dugaan penyunatan saldo dalam kartu combo Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Pidie, di mana KPM menduga jumlah sembako yang diterima berupa 6 kg beras premium Bulog (merk Beras Kita) dan 1 lemping telur tak sesuai dengan nilai saldo Rp 110.000. Namun, sisa saldo KPM menjadi nol setelah 2 sembako itu dibelanjakan.

“Soal ada dugaan disunat dalam saldo KPM itu begini, uang Rp 110 ribu itu saat dibelanjakan oleh KPM di e-warung, mesin EDC e-warung itu langsung terkoneksi dengan rekening e-warung masing masing. Misal,  e-warung  si A, saat masyarakat KPM menggesek pada e-warung itu, langsung masuk uangnya dan pindah tangan ke yang punya e-warung. Oleh e-warung itu, dari jumlah Rp 110 ribu, pihak e warung kan bukan sekedar tukar uang di situ, pihak e-warung kan mencari keuntungan juga karena mereka bekerja dan mengeluarkan modal. Jadi keuntungan e-warung itu berasal dari sisa jumlah saldo yang dibelanjakan KPM,” kata dia pada sinarpidie.co, Kamis, 24 Oktober malam.

Kata dia lagi, dalam rapat yang difasilitasi oleh Dinsos Pidie, pihaknya telah menyampaikan pada pemilik e-warung dan distributor bahwa harga telur per lemping untuk tingkat produsen Rp 35 ribu.

“Saya selaku orang  yang memfasilitasi dan saya menegaskan pada distributor bahwa, harga berlaku sama untuk semua e-warung,” kata dia. “Harga beras yang dijual bulog ke e- warong Rp 10.600 x 6 kg = Rp 63.600. Sedangkan telur satu papan dijual oleh distributor ke e-warong Rp 35.000. Total Rp 98.600. Dikurangi saldo KPM Rp 110.000. Sisa saldo Rp. 11.400. Itu adalah keuntungan e warong.”

Namun, H Yunidar tak menjelaskan, adakah pihaknya menetapkan harga eceran di tingkat konsumen, sebagaimana harga beras dan harga telur ditetapkan di tingkat produsen.

Keuntungan 196  e-warung di Pidie dalam satu bulan diproyeksikan, Rp 11.400 dikali 10.861 KPM BPNT, Rp 123.815.400. Dikali 12 bulan dalam satu tahun, Rp 1.485.784.800.

Harga pasar di Pidie

Pantauan sinarpidie.co, Jumat, 25 Oktober 2019, di sejumlah supermarket di Kota Sigli, harga beras Premium merk Yushima 15 kg di tingkat konsumen adalah Rp 165 ribu. Jika dibagi per kg, harga satuannya adalah Rp 11.000 per kg. Rp 11.000 per kg jika dikalikan 6 kg, merujuk satuan beras KPM BPNT, Rp 66.000.

Baca juga:

Faisal, distributor telur ke e-warung yang tersebar di seluruh Pidie, yang juga pedagang telur di toko Telur Mas Sigli, mengatakan, harga satuan per lemping telur di tingkat konsumen Rp 37.000.

Salah seorang pedagang telur lainnya yang identitasnya enggan dituliskan mengatakan, harga telur per lemping di tingkat konsumen, Jumat, 25 Oktober 2019, Rp 36.000.

Dengan kata lain, Rp 66.000 ditambah Rp 37.000, Rp 103.000. Itu adalah perbandingan harga di tingkat konsumen, bukan di tingkat produsen. Artinya, laba ideal pada e-warung jika merujuk harga pasar di Pidie sekira Rp 7 ribu rupiah dari total saldo KPM BPNT senilai Rp 110.000. Rp 7 ribu dikali 10.861 KPM BPNT, Rp 76.027.000. Itu untuk per bulan, sedangkan untuk satu tahun, Rp 912.324.000.

Untuk diketahui, Pasal 25 Ayat 1 Permensos Nomor 11 tahun 2018 tentang Penyaluran BPNT, berbunyi, KPM BPNT dapat mencairkan seluruh atau sebagian bantuan yang diterimanya dan sisa BPNT yang tidak digunakan tersimpan di rekening e-wallet KPM BPNT.[]

Loading...