Sumur Bor di Gampong Siron Paloh Padang Tiji dengan Pagu Rp 180 Juta Diduga Fiktif

·
Sumur Bor di Gampong Siron Paloh Padang Tiji dengan Pagu Rp 180 Juta Diduga Fiktif
Bangunan sumur bor di Gampong Suyo Paloh, Kecamatan Padang Tiji yang bersumber dari DAK Fisik Bidang Pertanian pada tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp 180 juta.

sinarpidie.co - Pembangunan sumur bor di Gampong Siron Paloh Kecamatan Padang Tiji, yang bersumber dari DAK Fisik Bidang Pertanian pada tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp 180 juta, tidak memiliki manfaat bagi warga. Tiga bulan setelah PHO, dinamo pompa air sumur bor tersebut raib dicuri.

Keuchik Gampong Siron Paloh, Kecamatan Padang Tiji, M Ali, mengatakan petani yang membutuhkan air dari sumur bor tersebut untuk mengairi sawah mereka harus menarik air dengan menggunakan pompa air mesin motor pribadi. "Meteran listrik juga sudah tidak ada lagi. Pekerjaan tersebut dilakukan sendiri oleh Dinas Pertanian. Kedalamanya sekitar 30 meter," katanya Kamis, 8 April 2021 pagi.

Meski nomenklatur kegiatan pembangunan sumur bor tersebut di Gampong Siron Paloh, namun pelaksanaan kegiatan tersebut berada di Gampong Suyo Paloh.

Keuchik Gampong Suyo Paloh, Muliadi Sufi, mengatakan pihak gampong tidak tahu-menahu perihal pembangunan sumur bor tersebut. "Yang datang cuma menitipkan tiga orang pekerja dan meminta tempat untuk tidur. Setelah selesai pengerjaan mereka langsung pergi tanpa salam," katanya, "mereka tidak pernah menanyakan koordinat, perincian pembangunan saya tidak tahu, dan setahu saya masyarakat saya tidak pernah menggunakan air dari sumur bor itu, karena mesin pompa air sudah langsung hilang."

Sumur bor tersebut, kata Muliadi, berada di kebun pinang milik salah seorang warga Gampong Meunasah Luhop Padang Tiji.

Baca juga;

Dia juga mengatakan, lahan pertanian di sana setiap musim tanam selalu mengalami kesulitan air, dikarenakan posisi embung Alue Baruh berada lebih rendah dari jaringan irigasi. "Hanya tahun ini kami tidak kesulitan air saat bertani, dikarenakan curah hujan yang tinggi," katanya lagi.

Oleh sebab itu, kata dia lagi, beberapa petani di sana memang telah memiliki sumur bor pribadi di sawah mereka masing-masing. "Saya juga punya sumur bor sendiri di sawah. Saya bor dua tahun lalu sedalam 12 meter dengan lingkaran 2,5 inci. Biayanya Rp 1,5 juta. Jika siap pakai menggunakan pompa air listrik, Rp 3 juta," tuturnya.

Pantauan sinarpidie.co di lokasi pembangunan sumur bor tersebut, items yang masih terlihat adalah sumur bor dengan lebar satu span atau 9 inci, dan satu bangunan beton seperti pondok dengan alas papan dan pondasi beton dengan ukuran 1 x 1 meter persegi.

Kepala BPP Padang Tiji, Zulfikar, mengatakan pemilihan titik koordinat dan pelaksanaan pengerjaan proyek yang seharusnya dikerjakan oleh kelompok tani bukanlah berdasarkan usulan dan bukan hasil verifikasi pihaknya. "Buka rekening bank dan pencairan dana, pihak kami teken, itu tugas kami," katanya, "pengerjaan dilakukan sendiri oleh ketua kelompok. Lebih jelasnya coba tanya pada bidang PSP Dinas Pertanian." []

Loading...