Status 7.420 Meter Persegi Tanah Wakaf dalam Kompleks PCC Masih Terkatung-Katung

·
Status 7.420 Meter Persegi Tanah Wakaf dalam Kompleks PCC Masih Terkatung-Katung
Kompleks Gedung Pidie Convention Center (PCC) di Gampong Lampeudue Baroh, Kemukiman Tijue, Kecamatan Pidie, (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co- 7.420 meter persegi lahan tempat di mana Gedung Pidie Convention Center (PCC) berdiri di Gampong Lampeudue Baroh, Kemukiman Tijue, Kecamatan Pidie, merupakan tanah wakaf milik Meunasah Gampong Lampeudeu Tunong dan tanah wakaf milik Masjid Gampong Masjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Pidie.

Keuchik Gampong Lampeudue Tunong, Kecamatan Pidie, Pidie, Abubakar Ali, mengatakan tanah wakaf milik Meunasah Lampeudue Baroh sudah mempunyai surat-surat yang sah.

“Luasnya 4.020 meter. Posisi tanah wakaf itu berada di dalam arena gedung PCC, tepatnya pada tanah yang dibangun kolam. Kalau tanah itu disewa oleh Pemkab Pidie, hasil sewa itu akan kami berikan ke imum meunasah, bilal meunasah, dan untuk guru pengajian di Meunasah Lampeudue Tunong,” kata Abubakar Ali, Kamis, 3 September 2020.

Abubakar Ali menyayangkan hingga kini, Pemkab Pidie belum mengambil keputusan terkait penyelesaian tanah wakaf tersebut sehingga pihak gampong setempat merasa dirugikan dengan cara-cara buang badan seperti itu.

“Padahal, pada saat tanah tersebut diminta oleh Pemkab Pidie untuk dipakai membangun berbagai fasilitas MTQ saat itu, Pemkab Pidie menawarkan dua opsi. Pertama tanah tersebut akan disewa, dan yang kedua tanah itu akan dilakukan tukar guling,” kata Abubakar Ali, Kamis, 3 September 2020.

Dari dua opsi itu, pihak gampong meminta agar tanah wakaf tersebut dibayar sewa per tahun, tetapi Pemkab Pidie kemudian tidak mengakomodir opsi tersebut sehingga hingga kini belum ada titik terang terkait hal tersebut.

“Pemkab Pidie belakangan beralasan tidak ada regulasi yang mengatur tentang sewa tanah wakaf sehingga Pemkab Pidie akan mencari solusi lain dalam penyelesaian masalah tanah wakaf itu,” kata Abubakar

Sementara itu, Khatib Masjid Runtoh Tijue, Teungku Muhammad Fajri mengatakan hal senada.  3.400 meter persegi tanah milik masjid di gampong tersebut masih terkatung-katung statusnya hingga kini.

“Warga gampong terus mempertanyakan bagaimana perkara tanah tersebut, dan saya sebagai khatib masjid tidak tahu harus menjawab apa saat ditanya soal itu,” kata Teungku Muhammad Fajri, Rabu, 2 September 2020.

Menurut Teungku Muhammad Fajri, Pemkab Pidie harus segera menyelesaikan masalah tanah wakaf tersebut, karena saat ini Masjid Runtoh sedang dalam proses pembangunan.

Surat perjanjian tanah wakaf. Dok. Gampong Lampeudeu Tunong.

“Jika masalah tanah wakaf itu telah tuntas, uang dari tanah wakaf itu bisa digunakan untuk pembangunan masjid. Pemkab Pidie sudah memanfaatkan tanah tersebut selama setahun lebih, tapi bagaimana dengan kompensasi untuk pengelola tanah wakaf, apakah akan dibayar atau bagaimana? Hingga detik ini, kami  tidak pernah menerima sepeser uang pun dari pemanfaatan tanah wakaf masjid oleh Pemkab Pidie,” kata Teungku Muhammad Fajri.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud mengatakan penyelesaian tanah wakaf tersebut agak rumit. Hal itu, kata dia, dikarenakan salah satu mekanisme penyelesaian tanah wakaf tersebut dilakukan melalui sewa.

“Namun, kalau sewanya dalam jangka waktu yang panjang, hal itu bermasalah secara prosedur dalam pemerintahan,” kata Fadhlullah, Kamis, 3 September 2020.

Kendati demikan, sebutnya, pihaknya tetap akan membangun komunikasi yang baik dengan pihak masjid dan meunasah untuk menemukan titik temu dalam penyelesaian sengketa tanah wakaf tersebut. []

Loading...