Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie akan Gelar Aksi Susulan

·
Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie akan Gelar Aksi Susulan
Sekitar 200-an massa yang terdiri dari lintas organisasi mahasiswa dan organisasi pemuda di Pidie, yang terhimpun dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie, menggelar demo di Kantor Bupati Pidie, di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Cot Teungoh, Kamis, 24 September 2020, bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Mahasiwa yang berhimpun dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie menyatakan akan menggelar aksi susulan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie masih tidak menyikapi tuntutan mereka dalam aksi damai yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional Kamis, 24 September 2020 lalu, di Kantor Bupati Pidie, di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Cot Teungoh, Pidie.

Salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie, Mustafa Kamal, mengatakan Bupati Pidie Roni Ahmad hingga hari ini tidak merespon tuntutan dalam aksi tersebut.

"Pemkab Pidie tidak serius menyikapi aspirasi yang dibawa oleh massa aksi tempo hari. Oleh sebab itu, kami dari Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar lagi," kata Mustafa Kamal, Rabu, 30 September 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi, seorang mahasiswa lainnya, yang juga berhimpun dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie, menuturkan aksi damai tempo hari merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Pidie Roni Ahmad dan Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud yang sudah berjalan selama tiga tahun tetapi tak menunjukkan capaian yang bisa dibanggakan.

Wahyudi juga mengaku kecewa kepada DPRK Pidie yang seharusnya mampu menjadi penyambung aspirasi masyarakat dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah tapi melempem.

Baca juga:

"Kami kecewa terhadap legislatif di Pidie. Pertama, karena surat permohonan audiensi kami baru direspon hari ini. Kedua, karena legislatif tak mampu mengawasi kinerja Pemerintah Pidie sehingga kondisi seperti ini bisa terjadi," terang Wahyudi.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 200-an massa yang terdiri dari lintas organisasi mahasiswa dan organisasi pemuda di Pidie, yang terhimpun dalam Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pidie, menggelar demo di Kantor Bupati Pidie, di Jalan Prof A Majid Ibrahim, Cot Teungoh, Kamis, 24 September 2020, bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.

Mereka mengangkat sejumlah isu di sektor pertanian yang, menurut mereka, telah salah urus di tangan Bupati Pidie Roni Ahmad dan Wakil Bupati Fadhlullah TM Daud.

Massa meminta pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pidie ini untuk menuntaskan persoalan kelangkaan pupuk subsidi, wujudkan asuransi untuk masyarakat tani, menjamin ketersediaan benih unggul agar petani terhindar dari benih ilegal, menjamin kestabilan harga jual gabah petani, menyusun dan menjalankan program prioritas dalam bidang tanaman pangan sesuai dengan misi Pidie troe, meugoe, dan meulaot; menyediakan infrastuktur pertanian yang memadai serta fungsikan Waduk Rajui, memfasilitasi petani dengan memberi edukasi pertanian modern dengan mengfungsikan penyuluh pertanian, serta menuntaskan persoalan alih fungsi lahan pertanian yang begitu massif dan tak terkendali di Pidie. []

Loading...