Shella dan Doodle Art

·
Shella dan Doodle Art
Shella.

sinarpidie.co - Doodle, gambar sederhana yang cenderung abstrak, mulai popular di Pidie sejak 2016. Sejak saat itu, banyak anak muda mulai membagikan gambar-gambar doodle pada postingan media sosial mereka masing-masing.

Hal tersebut mendorong Shella, yang kala itu masih duduk di Kelas 10 SMKN 1 Sigli, mempelajari cara menggambar doodle. "Karena sering lihat postingan doodle di Facebook, saya mulai belajar menggambar doodle lewat contoh yang ada di Google," kata Shella Selasa, 29 Desember 2020 lalu.

Shella membutuhkan waktu dua tahun untuk benar-benar bisa menggambar doodle dan berani menerima orderan gambar tersebut. "Awal 2018 baru berani terima orderan gambar doodle," kata putri pasangan Bukhari dan Leni Setriana, itu.

Kata warga Gampong Teungoh Bereuleung Kecamatan Grong-Grong, ini, lagi, "Saya hanya fokus pada doodle art emoticon."

Baca juga:

Para pemesan gambar doodle pada dirinya, sebut perempuan berumur 20 tahun ini, kebanyakan untuk ucapan ulang tahun, anniversary hubungan, dan ucapan kelulusan kuliah. "Harganya bervariasi mulai Rp 50 ribu sampai Rp 120 ribu. Tergantung ukuran. Media yang saya gunakan kertas kuarto dan langsung diframe," kata mahasiswi semester lima jurusan PAI PTI Al-hilal ini.

Waktu yang dibutuhkan untuk menggambar satu doodle art, kata pemilik akun instagram @shellabukhari dan @doodleartsigli, ini, hanyalah satu jam. "Dalam satu bulan, jumlah pesanan 3 hingga 15 doodle art," tutupnya. []

Loading...