Serapan Belanja Seret di Tengah Kondisi Keuangan Daerah yang Morat-Marit

·
Serapan Belanja Seret di Tengah Kondisi Keuangan Daerah yang Morat-Marit
Rapat paripurna penutupan pembahasan rancangan KUP-APBK dan PPAS-P tahun anggaran 2020 digelar pada Kamis, 17 September 2020 malam, di gedung DPRK Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (KUP - APBK) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) tahun anggaran 2020 telah selesai dibahas Banggar DPRK Pidie dan TAPD Pemkab Pidie hanya dalam sepekan. Rapat paripurna penutupan pembahasan rancangan KUP-APBK dan PPAS-P tahun anggaran 2020 digelar pada Kamis, 17 September 2020 malam, di gedung DPRK Pidie.

Tim Banggar DPRK Pidie bersama TAPD Pemkab Pidie telah menyepakati hasil pembahasan tersebut. Dalam pendapat akhir fraksi, ketujuh fraksi di DPRK Pidie menyatakan dapat menerima dan menyetujui hasil pembahasan KUP-APBK dan PPAS-P tahun anggaran 2020.

Terdapat proyeksi perubahan pendapatan daerah sebesar Rp  193.894.283.382, di mana sebelum perubahan, APBK Pidie tahun anggaran 2020 sebesar Rp 2.240.413.334.315 lalu setelah perubahan berkurang menjadi Rp 2.046.519.050.933 atau mengalami penurunan sebesar 8,65 persen. Penurunan pendapatan daerah tersebut berbanding lurus dengan terpangkasnya belanja daerah dari Rp 2.252.285.665.112 menjadi Rp 2.174.207.107.254,41 atau terjadi pemangkasan sebesar Rp 78.078.484.857,59 atau 3,47 persen.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang morat-marit tersebut, Fraksi Partai Demokrat mencatat hingga pertengahan September 2020, realisasi anggaran belanja daerah masih seret.

“Kebijakan bidang kesehatan perlu menjadi prioritas pertama mengingat lonjakan kasus bulan Agustus dan September 2020. Alokasi belanja jaring pengaman sosial perlu dikoreksi agar tidak tumpang tindih dengan bantuan sosial dari pemerintah pusat, provinsi, dan dana desa,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Pidie, Rachmat Anshar SE, saat membacakan pendapat akhir fraksi Partai Demokrat.

Penelusuran sinarpidie.co pada laman LPSE Pidie, sejumlah proyek fisik baru diumumkan di sisa dua bulan lebih tahun anggaran 2020, seperti proyek pengembangan Gedung Puskesmas Pidie dengan pagu anggaran Rp 2,4 miliar.

Bupati Pidie, Roni Ahmad SE, dalam pidatonya mengatakan, rancangan KUP APBK dan PPAS Perubahan tahun anggaran 2020 yang telah dibahas selanjutnya disepakati menjadi kebijakan umum perubahan anggaran dan PPAS P yang masing-masingnya dituangkan ke dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama antara kepala daerah dan pimpinan DPRK Pidie.

"Oleh karena itu, kita harus berupaya secara nyata dan terstruktur guna menghasilkan APBK yang dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing wilayah," kata Roni Ahmad. []

 

Loading...