Sepekan Bebas dari Penjara, Pria Ini Kembali Dibekuk Polisi karena Mengedar Sabu

·
Sepekan Bebas dari Penjara, Pria Ini Kembali Dibekuk Polisi karena Mengedar Sabu
Mudahar, 33 tahun, warga asal Gampong Kreung Cot Beuah, Kecamatan Delima, Pidie, baru sepekan bebas dari Rutan Kelas II B Sigli. Ia merupakan salah satu narapidana yang memperoleh pembebasan melalui asimilasi di rumah pada Rabu, 27 Januari 2021.

sinarpidie.co – Mudahar, 33 tahun, warga asal Gampong Kreung Cot Beuah, Kecamatan Delima, Pidie, baru sepekan bebas dari Rutan Kelas II B Sigli. Ia merupakan salah satu narapidana yang memperoleh pembebasan melalui asimilasi di rumah pada Rabu, 27 Januari 2021.

Tak jera meski telah menjalani hukuman di penjara, pria ini ternyata masih mengedar sabu. Rabu, 3 Febuari 2021, Mudahar kembali ditangkap polisi di jalan Gampong Keutapang Are, Kecamatan Delima, Pidie, bersama dengan seorang rekannya, Djulian, 43 tahun, warga Gampong Masjid Blang Cut, Kecamatan Mila, Pidie. Keduanya tertangkap tangan mengedar narkotika jenis sabu.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasatresnarkoba Polres Pidie, Iptu Erwo Guntoro SH, Kamis, 4 Februari 2021, mengungkapkan informasi peredaran sabu di Kecamatan Delima diperoleh dari masyarakat. Atas dasar laporan itulah, kata Erwo, personel Satresnarkoba Polres Pidie kemudian menyamar sebagai pembeli lalu bertransaksi dengan tersangka.

“Kita mengamankan BB seberat 100,76 gram sabu, satu unit HP Samsung dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio dari kedua tersangka,” kata Iptu Erwo Guntoro SH.

Pasal yang dipersangkakan pada kedua tersangka ini: Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Subs Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima taun dan paling lama dua puluh tahun ditambah sepertiga. Sebagai catatan, tersangka atas nama Mudahar merupakan residivis kasus narkotika jenis sabu yang baru keluar dari Rutan Kelas II B Sigli, karena mendapatkan program asimilisi dan integrasi Covid-19,” tutupnya.

Sejak Januari 2021 hingga Kamis, 4 Februari 2021, 46 narapidana memperoleh pembebasan melalui asimilasi di rumah. "Napi residivis, napi kasus pelecehan seksual terhadap anak, dan napi yang menjalani hukuman yang berhubungan langsung dengan ketertiban masyarakat tidak diberikan pembebasan asimilasi di rumah," kata Kepala Rutan Kelas II B Sigli, A Halim Faisal,  Kamis, 4 Februari 2021. "Itu tambahan syarat untuk asimilasi Covid-19 2021." []

Loading...