Sepanjang Jalan Rp 5 Miliar di Trienggadeng  

·
Sepanjang Jalan Rp 5 Miliar di Trienggadeng  
Kondisi Jalan Mesjid Trienggadeng-Peulandok-Rawasari. Foto direkam Rabu, 19 Mei 2021. (sinarpidie.co/ Diky Zulakrnen).

sinarpidie.co - Begitu memasuki gapura Gampong Mesjid Trienggadeng, Pidie Jaya, yang menghadap jalan Banda Aceh-Medan, Anda akan menemukan pemandangan jalan yang tak lazim. Di mulut gapura, jalan aspal selebar 3 meter yang kusam menganga. 350 meter kemudian, jalan aspal tersebut melebar menjadi lima meter tapi melendut-lendut. Panjang jalan dengan lebar 5 meter ini adalah 841 meter.

Pemandangan setelah 841 meter jalan dengan lebar 5 meter di sana adalah bencana. Jalan kembali mengecil menjadi 3 meter, dan menemukan lubang sebesar bak di kamar mandi di jalan tersebut sama mudahnya dengan menunjukkan letak hamparan sawah-sawah yang hijau di sepanjang jalan tersebut. Lubang-lubang di sana tidak terlalu dalam, tapi cukup untuk melumpuhkan pelek sepeda dan pelek sepeda motor.

Fakta bahwa lubang-lubang tersebut pernah menjadi penyebab kecelakaan di sana bisa dikonfirmasi. Namun, lubang di jalan tidak bisa disalahkan apabila ada pengguna jalan yang tersuruk ke dalamnya. Lagi pula, belum ada laporan medis yang menyatakan bahwa ada warga di sana yang mengidap tuberkulosis, asma, pneumonia atau kombinasi dari ketiga penyakit tersebut karena kepulan debu di jalan itu.

Jalan itu adalah jalan yang dilalui warga Gampong Peulandok Tunong, Peulandok Teungoh, dan Matang untuk menuju ke Keude Trienggadeng atau Pusat Kecamatan Trienggadeng. Nama jalan ini: Jalan Mesjid Trienggadeng-Peulandok-Rawasari. 

Dalam Qanun Kabupaten Pidie Jaya Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2014-2034, jalan ini merupakan jalan lokal primer jaringan Jalan Kabupaten Pidie Jaya dengan panjang 1,19 Km. Tapi berdasarkan jumlah tiang listrik— dari gapura ke simpang 3 terdapat 32 tiang listrik dengan jarak masing-masing tiang 50 meter— panjang jalan ini adalah 1.600 meter atau 1,6 kilometer. Panjang jalan ini, berdasarkan jumlah tiang listrik, terkonfirmasi dengan keterangan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya, Edi saputra ST MT. “Panjang ruas jalan keseluruhan 1.600 meter,” kata Edi, Rabu, 19 Mei 2021.

Menghitung jumlah tiang listrik lalu mengonfirmasi data valid panjang jalan Mesjid Trienggadeng-Peulandok-Rawasari membutuhkan akal dan kesabaran.

Terletak di sebelah timur Kota Meureudu, Ibukota Kabupaten Pidie Jaya, Kecamatan Trienggadeng memiliki satu masjid kuno, satu benteng pertahanan peninggalan Jepang, dan tujuh makam ulama keramat.

Baca juga:

Rabu, 19 Mei 2021 sore, Teungku Murtaza dan Amri, 42 tahun, telah menandaskan minuman mereka di salah satu kedai kopi di Gampong Peulandok Teungoh. Teungku Murtaza, yang sore itu mengenakan baju koko lengan panjang putih dan kain sarung cokelat, merupakan guru di Dayah Riyatul Fata di gampong setempat; Amri, yang sore itu mengenakan koko lengan pendek cokelat dan celana bahan cokelat, sehari-hari bekerja sebagai supir mesin pemotong padi.

Di Gampong Peulandok Teungoh, tak ada yang lebih tahu tentang lubang-lubang di Jalan Mesjid Trienggadeng-Peulandok-Rawasari daripada Amri.

“Saat jalan dari Gampong Mesjid 2018 hingga ke Paya Mali dibangun pada 2018, aspal jalan baru langsung menimpa aspal lama. Aspal lama tidak dikeruk,” kata Amri. “Memang diperluas jalan yang dibangun tersebut.”

Menurut Amri, seharusnya peningkatan jalan dilakukan pada jalan-jalan yang berlubang. Yang terjadi, katanya, pengaspalan jalan dilakukan di atas aspal lama yang masih layak dilalui, sedangkan jalan-jalan berlubang tidak disentuh. “Tidak masuk akal harga pengaspalan jalan tersebut Rp 3 miliar. Sebab, yang diaspal jalan lama, bukan membuka jalan baru dan tidak ada pembebasan lahan,” tuturnya.

Jalan yang ditingkatkan pada 2018, yang dimaksud Amri, dikerjakan PT Rafindo Jaya Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.108.000.000. Pekerjaan peningkatan jalan tersebut selesai dilakukan pada 19 April 2018.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa ST MArch, mengatakan panjang jalan yang ditingkatkan 841 meter dengan lebar lima meter. “Termasuk pembangunan talud,” kata Okta, Rabu, 19 Mei 2021.

Ditanyai tentang adanya perbedaan data antara panjang Jalan Mesjid Trienggadeng - Peulandok - Rawasari di dalam Qanun Kabupaten Pidie Jaya Nomor 4 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2014-2034 serta Qanun Kabupaten Pidie Jaya Nomor 3 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2019-2024 dan panjang Jalan Mesjid Trienggadeng-Peulandok-Rawasari berdasarkan jumlah tiang listrik, Okta menjawab, “Setiap ruas jalan itu ada surat keputusan bupati. Boleh dicek ruas jalan itu ke Dinas PUPR Pidie Jaya. Sebab itu ranahnya mereka.”

Asal tempel aspal dengan anggaran Rp 3.108.000.000 untuk panjang jalan 841 meter dengan lebar lima meter tidak bisa dianggap kegagalan total. Tahun ini, CV Markam Jaya akan mengerjakan peningkatan jalan yang sama. Adapun sumber anggarannya berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya sebagai satuan kerja.

Pagu anggaran untuk peningkatan jalan ini adalah Rp 2.000.000.000, nilai harga perkiraan sendiri (HPS) adalah Rp 1.999.890.000, dan nilai kontrak Rp 1.992.128.186,48.

"Yang kami tangani ini lanjutannya 500 meter lebih. Lebar 6 meter," kata Kabid Bina Marga PU Pidie Jaya, Edi saputra ST MT. "Yang kami tangani ini tidak ditimpa dengan jalan bencana alam yang dilaksanakan BPBD. Kami melanjutkan yang belum selesai. Ini paket lanjutan.”

Tak ada kata terlambat untuk menangani jalan berlubang, dan kemewahan bagi warga Gampong Peulandok Tunong, Peulandok Teungoh, dan Matang, Kecamatan Trienggadeng, tak berbatas: Rp 5 miliar untuk 1,3 km jalan. []

Reporter: Diky Zulkarnen dan M Rizal

Loading...