Sentra Kakao di Glumpang Tiga mulai Bangkit

·
Sentra Kakao di Glumpang Tiga mulai Bangkit
Tanaman kakao di Glumpang Tiga. Foto: Mardhiah.

sinarpidie.co - Sentra kakao di Pidie terletak di Kecamatan Glumpang Tiga. Namun kini hal itu mulai redup.  Jejak sentra kakao di kecamatan ini masih dapat terlihat pada kebun-kebun kakao yang masih ada walau sudah tak layak disebut kebun kakao akibat tak diurus layaknya tanaman budidaya.  Kondisi perkebunan kakao rakyat di sekitar Kawasan Gampong Cot Tunong, Amud dan Geumuroh setidaknya mampu menjawab berapa lama petani pekebun setempat sudah menanam kakao.  Diameter tanaman pelindung yang umum digunakan sudah menjadi indikator untuk mengukur usia tanaman kakao saat ini.  Dan usia tanaman inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat produktivitas tanaman kakao menurun, selain serangan hama dan penyakit dalam intensitas tinggi. Karena produktivitas yang rendah, petani pekebun sudah mulai meninggalkan kebun-kebun mereka sehingga hampir separuh perjalanan kita akan jumpai ‘hutan kakao’,  kebun-kebun telantar yang sudah ditinggalkan belasan tahun bak kebun tak bertuan alias lampoh soh.

Namun, di antara hutan kakao,  ada sejumlah petani kakao yang menerapkan pedoman bertani kakao yang baik sehingga hasilnya cukup menggembirakan.  Zakaria Ahmad, misalnya. Metoda peremajaan yang ia pilih adalah dengan cara rehabilitasi melalui sambung samping dan sambung chupon. “Bahan tanam merupakan faktor utama penentu produktivitas suatu tanaman budidaya,” katanya pekan lalu.

Selain bahan tanam, katanya, titik kritis budidaya tanaman kakao adalah pemangkasan, sanitasi, panen sering, pemupukan dan penyemprotan.  “Saya belajar tentang SL-GAP Kakao lewat binaan sebuah NGO yang pernah berkiprah di sini,” sebutnya.

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan yang memiliki peranan yang cukup nyata dan dapat diandalkan dalam mewujudkan program pembangunan pertanian, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, pendorong pengembangan wilayah perkebunnan, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan pendapatan/ devisa negara.  Kakao merupakan komoditi perkebunan yang banyak diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat. Tidak mengherankan bila lebih dari 90 persen komoditi kakao dihasilkan dari usaha perkebunan rakyat.  Jumlah luas tanam yang besar serta diusahakan oleh  jumlah petani kakao yang banyak membuat Indonesia pernah mencatat sebagai produsen kakao terbesar ke 3 didunia sesudah Pantai Gading dan Ghana. Namun oleh berbagai permasalahan yang dihadapi petani kakao rakyat membuat posisi Indonesia sebagai produsen biji kakao dunia terjun bebas ke posisi 6 dunia.  Kontribusi tanaman kakao terhadap keuntungan yang petani peroleh merupakan isu penting terkait perkembangan pertanian karena tanaman kakao merupakan tanaman tahunan yang mampu berproduksi sepanjang tahun. []

Penulis: Mardhiah. Pemerhati tanaman perkebunan. Tinggal di Pidie.

Loading...