Semprot-Semprot Ala Abusyik Ternyata tak Tertuang dalam DPA SKPK, Uang dari Mana?

·
Semprot-Semprot Ala Abusyik Ternyata tak Tertuang dalam DPA SKPK, Uang dari Mana?
Penyampaian laporan panitia khusus (Pansus) DPRK Pidie dalam rapat paripurna persiapan pembahasan raqan tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBK tahun 2019. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie menilai sejumlah program yang dilakukan Bupati Pidie Roni Ahmad atau yang akrab disapa Abusyik, seperti penyemprotan pembasmi hama serta penggunaan sejumlah fasilitas negara pada industri pupuk, tidak tertera dalam perencanaan yang terpadu dan tidak tertampung dalam dokumen anggaran atau DPA.

“Misalnya, program penyemprotan pembasmi hama pada tanaman cokelat. Buat saja program itu ke dalam anggaran dalam DPA. Misalnya berapa hektare yang ingin dilakukan penyemprotan. Jadi jelas programnya,” kata Wakil Ketua DPRK Pidie Fadli A Hamid, dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2019, di ruang rapat paripurna DPRK Pidie, Kamis, 23 Juli 2020. “Program pembuatan pupuk organik juga harus disertai hasil laboratorium agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Muhammad Ridha  SSos MSi mengatakan di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pidie telah dituangkan sejumlah program untuk menjawab visi dan misi Bupati Pidie dan Wakil Bupati periode 2017-2022 tersebut. “Namun, Bappeda juga melihat ada masalah antara perencanaan dan kenyataan di lapangan, yang tidak sesuai. Seharusnya kita konsisten terhadap apa yang telah kita rencanakan,” kata Muhammad Ridha.

Baca juga:

Untuk diketahui, Bupati Pidie Roni Ahmad disebut-sebut memiliki usaha pupuk, yakni industri terpadu (produksi pupuk, pembasmi hama, pakan, obat tradisional, dan CaO/CaCO3) yang digawangi oleh PT Blang Thoei Luah di Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, di mana direktur perusahaan tersebut adalah Fachruddin Haji Kaoy. Izin lingkungan untuk industri terpadu (produksi pupuk, pembasmi hama, pakan, obat tradisional, dan CaO/CaCO3) PT Blang Thoei Luah di Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, ini, diterbitkan Bupati Pidie Roni Ahmad melalui Kuputusan Bupati Pidie nomor 660/505/KEP.19/2019 tertanggal 15 Agustus 2019,

Tak heran jika dalam beberapa kesempatan resmi dalam kapasitasnya sebagai Bupati Pidie, Roni Ahmad kerap mengampanyekan penggunaan pupuk organik. []

Loading...