Sempat Lesu karena Pandemi Corona, Harga Pinang Kini Merangkak Naik

·
Sempat Lesu karena Pandemi Corona, Harga Pinang Kini Merangkak Naik
Aktivitas jual-beli pinang di Mane. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Dalam dua pekan terakhir, harga pinang kering di Pidie dibeli penampung Rp 19.000-19.500 per kilogram. Sebelumnya, harga pinang sempat lesu karena didera pandemi Covid-19.

Abdullah, 60 tahun, penampung pinang di Padang Tiji mengatakan, harga pinang mulai naik sejak awal 2021. Pada Januari 2021, katanya, harga pinang berkisar Rp 15.000 per kilogram. Harga pinang mengalami kenaikan pada Februari 2021 menjadi Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram. "Bulan Maret, harga pinang naik lagi menjadi Rp 19.000 sampai Rp 19.500 per kilogram,” kata Abdullah, Rabu, 24 Maret 2021.

Dalam sehari, Abdullah menampung dua hingga tiga pinang dari petani. Selanjutnya, Abdullah menjual pinang tersebut ke Medan, Sumatera Utara. "Dalam sepekan, sebanyak 18 sampai 20 ton pinang saya kirim ke Medan dengan truk," tuturnya.

Baca juga:

Salah seorang petani pinang di Padang Tiji, Yamaldi, 34 tahun, mengatakan pada saat harga pinang naik seperti saat ini, para petani pinang menjual pinang mereka. "Pada saat harga pinang anjlok seperti beberapa waktu yang lalu, kami memilih menyimpan dulu sampai harganya kembali stabil. Saya baru dua hari yang lalu menjual pinang ke penampung di Pasar Padangtiji dengan harga Rp 19.500 per kilogram,” kata Yamaldi, Rabu, 24 Maret 2021.

Pada awal 2020 lalu, penampung pinang di Pidie membeli pinang dari petani dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kilogram. []

Loading...