Seminggu Terakhir, Stok Darah O dan A+ Kosong di PMI Pidie

·
Seminggu Terakhir, Stok Darah O dan A+ Kosong di PMI Pidie
Gedung PMI Pidie di Kota Sigli. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pidie kian hari kian menipis di tengah deraan pandemi Covid-19 karena organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan ini tidak dapat melaksanakan kegiatan donor darah massal seiring dengan ditiadakannya kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

Sekretaris PMI Pidie Marzuki Ahmad SHI MH mengatakan salah satu faktor lainnya yang membuat pasokan darah di PMI Pidie kritis selama pandemi Covid-19 adalah skema masuk sekolah. "Setiap sekolah telah kita bentuk palang merah remaja atau PMR. Biasanya, kegiatan donor darah di sekolah tiga bulan sekali. Pasokan darah paling besar ada di SMA dan sederajat," kata Marzuki Sabtu, 7 November 2020.

Dalam enam bulan belakangan, PMI Pidie, sebut Marzuki, menggelar kegiatan donor darah di masjid-masjid setiap Jumat dan sejumlah kedai kopi. "Kita juga punya Donor Darah Sukarela atau DDS, yaitu pendonor darah sukarela yang menjadi pendonor tetap. Jumlahnya ratusan," katanya.

Kebutuhan darah di Pidie, sebut Marzuki lagi, setiap harinya, sedikitnya 60 kantong. "Paling banyak digunakan untuk pencucian darah di RSUD Teungku Chik di Tiro: sebanyak 30 kantong darah sehari. PMI sendiri saat ini sudah tidak memiliki stok darah golongan O dan A + dalam seminggu terakhir," tutupnya. []

Loading...