Kuliner

Semakin Langka di Pasaran Sigli, Begini Resep Membuat Panganan Sate Singkong

·
Semakin Langka di Pasaran Sigli, Begini Resep Membuat Panganan Sate Singkong
Sate singkong paling kanan. Foto direkam Mei 2018. (sinarpidie.co/Ayu Muliana).

sinarpidie.co--Yusnidar, 30 tahun, warga Gampong Keuramat Luar, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, setiap pagi mengantar kue dagangannya ke sejumlah kedai kopi di Kota Sigli.

Berbagai macam panganan buatannya yang ia jajakan: putu ayu, timphan boh bi, bohlu sakura, dan sate singkong.

Dalam beberapa tahun belakangan, sate singkong ini sudah sangat jarang ditemukan di Kota Sigli.

“Terakhir kali kue ini ada di lapak-lapak penjual kue basah di Kota Sigli sebelum tsunami,” kata Yusnidar, Minggu, 23 Desember 2018.

Yusnidar merincikan cara membuat panganan ini.

“Campurkan singkong yang sudah digiling halus dengan gula dan dicampurkan dengan pewarna lalu diaduk dan dibulatkan seperti bakso,” tuturnya. “Setelah itu, dikukus. Setelah itu, aduk dengan parutan kelapa.”

“Dulu panganan ini ditusuk dengan satu kayu kecil, seperti sate. Sekarang tidak lagi ditusuk tapi dimasukkan ke dalam wadah kecil,” sebutnya lagi.

Yusnidar mengatakan, panganan ini biasa dijual Rp 800 per bungkus. Satu bungkus berisikan empat bulatan.

Biasanya pedagang menjualnya Rp 1000 per bungkus. Biasanya dibuat empat warna (pewarna makanan): kuning, hijau, merah dan warna putih (alami). []

Loading...