Selama Pandemi Covid-19, Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Pidie Turun

·
Selama Pandemi Covid-19, Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Pidie Turun
Kapal-kapal nelayan di Kuala Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Hasil perikanan tangkap di Pidie, dari Januari hingga September 2020, mengalami penurunan hingga 3,491,362 kilogram dibandingkan periode Januari - September 2019. Berdasarkan data produksi perikanan tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, hasil tangkapan di Pidie dari Januari hingga September 2020 ialah 14,758,592 kilogram, sedangkan pada Januari hingga September 2019 lalu, hasil tangkapan ikan nelayan di Pidie 18,249,952 kilogram.

Panglima Laot Lhok Kuala Tari, M Jafar, mengatakan berkurangnya hasil tangkapan ikan tahun ini dipengaruhi oleh terhambatnya aktivitas penjualan hasil tangkapan nelayan asal Pidie ke Pekan Baru, Medan, dan Padang, karena pandemi Covid-19.

"Karena lock down di mana-mana sehingga banyak kapal yang tidak melaut," kata dia, Kamis, 3 Desember 2020. "Harga ikan saat itu juga turun hingga 10 kali lipat, di mana biasanya dijual Rp 5 juta per fiber menjadi Rp 500 ribu per fiber. Hasil tangkapan ikan di Aceh 100 ton per hari, sedangkan yang mengkonsumsi ikan  di Aceh hanya satu juta orang."

Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada DKP Pidie, Azhari SPi, mengatakan kurangnya hasil tangkapan nelayan di Pidie karena jumlah ikan di laut berkurang dan kapal-kapal kebanyakan mendaratkan ikan mereka di PPI Lampulo, Banda Aceh. "Nelayan semakin banyak dan merata. Kebanyakan kapal-kapal dengan GT besar tidak berlabuh di Pidie karena dangkalnya kuala yang menyulitkan kapal-kapal yang besar untuk berlabuh," kata dia, Kamis, 3 Desember 2020.

Adapun jumlah armada penangkap ikan di  Pidie pada tahun 2020 berdasarkan data DKP Pidie ialah 1,352 armada, yang terdiri dari 1,246 kapal 0-5 GT, 47 kapal 5-10 GT, 18 kapal 10-20 GT, 24 Kapal 20-30 GT dan 18 kapal 30GT ke atas. []

Loading...