Sekitar Rp 1,5 M BTT Pijay untuk Penanganan Covid-19 telah Terealisasi

·
Sekitar Rp 1,5 M BTT Pijay untuk Penanganan Covid-19 telah Terealisasi
Posko Gugus Tugas Covid-19 Pidie Jaya. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co – Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pidie Jaya, yang terletak di sebelah Pukesmas Meureudu, diisi oleh 22 petugas setiap harinya. "Untuk piket posko ini sebanyak 10 petugas yang terdiri dari Dinkes, BPBD, RAPI, PRB dan PSC atau Public Safety Center. 12 orang lagi di posko terdiri dari dokter, perawat, TNI dan Polri," kata Jubir Kesehatan Covid-19 Pidie Jaya Eddy Azwar SKM MKes, Senin 27 April 2020.

Terdapat tiga unit ambulans di posko tersebut. Fiber warna biru yang menampung air untuk kebutuhan cuci tangan dengan hand sanitizer juga yang disediakan di sana.

Kata Azwar, honorarium setiap petugas piket bervariasi, Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per hari.  "Standar yang jaga piket Rp 75 ribu sampai dengan Rp 100 ribu per orang. Namun untuk tim medis, yaitu dokter dan perawat honorariumnya sedang digodok karena kan tidak mungkin sama," sebut Eddy Azwar.

Baca juga:

Per 27 April 2020, Tim Gugas Covid-19 Pidie Jaya mencatat sebanyak 992 orang yang pulang dari luar daerah dan luar negeri.  "Untuk memantau mereka ada dokter yang tiap hari di posko yang menelpon lewat telepon selular. Dokter menanyakan keluhan dan lain-lain pada mereka. Saat ini, jumlah ODP di Pidie Jaya 34 orang, di mana 3 orang masih dalam pantauan dan 31 orang sudah selesai pemantauan. PDP 2 orang, sudah pulang dan selesai pemantauan," kata Eddy.

Ketua Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pidie Jaya Octa Handipa ST Marc mengatakan sejauh ini dipekirakan realisasi anggaran belanja tak terduga atau BTT untuk penanganan Covid-19 sekitar Rp 1,5 miliar lebih.

"Yang sudah dibeli itu baju hazmat untuk tenaga medis sebanyak 190 unit, alat pengukur suhu, kemudian hand sanitizer, " kata Okta Handipa ST MArch. "Rp 1,5 miliar itu sudah termasuk pembangunan ruang isolasi, uang lelah patroli dan razia.” []

Loading...