Sekitar 50 PNS Pemkab Pidie Terpapar Covid-19, Bagaimana dengan Nasib Publik?

·
Sekitar 50 PNS Pemkab Pidie Terpapar Covid-19, Bagaimana dengan Nasib Publik?
Posko Covid-19 Pidie di dalam Kompleks Dinas Kesehatan Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co—Sedikitnya 50 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie terkonfirmasi positif Covid-19. Lima di antaranya ialah PNS yang bertugas pada Dinas Kesehatan Pidie, sebuah dinas yang berperan penting dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Pidie.

Di samping itu, tiga Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Pidie juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab baru-baru ini. Ketiganya adalah Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes, Kepala Disparbudpora Pidie Apriadi SSos, dan Kepala Disperindagkop-UKM Pidie, Zulkifli.

Hal itu ikut berdampak pada sejumlah aktivitas penanganan Covid-19 di dataran Gugus Tugas Covid-19 Pidie. “Pengaruhnya memang ada tapi tidak seberapa. Paling yang pengaruh sedikit pada saat perlu tanda tangan kepala dinas. Namun, kita tetap menjalankan kerja-kerja seperti biasa walaupun harus dilakukan dengan trik-trik khusus agar tidak terjadi kontak langsung,” kata Koordinator Surveilens pada Dinas Kesehatan Pidie, Ansharullah SKM, Rabu, 30 September 2020.  “Lima PNS di Dinkes: dua bertugas di Dinkes Pidie dan tiga PNS yang bertugas di Puskesmas, yakni Puskesmas Rubee, Puskesmas Kota Sigli, dan Puskesmas Indrajaya. Saat ini, dua PNS di Dinkes sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, sementara ketiga PNS pada Puskesmas telah selesai menjalani isolasi mandiri,” kata Ansar.

Menunggu hasil swab

Anshar juga menguraikan sejak 6 Juni 2020 hingga 28 September 2020, tercatat 786 spesimen swab warga Pidie telah diambil dan dikirimkan ke Gugus Tugas Pemerintah Aceh.

“Pada September 2020, sebanyak 401 spesimen swab dikirim ke Gugus Tugas Provinsi. 46 sampel di antaranya keluar dengan hasil positif Covid-19, sedangkan 199 spesimen lainnya belum keluar hasilnya,” kata Anshar.

Baca juga:

Tingginya kasus pada September 2020, menurut Anshar, disebabkan oleh dua hal. Pertama, kata dia, tingkat pemahaman masyarakat terhadap Covid-19 masih rendah sehingga banyak warga masih mengabaikan protokol kesehatan. Kedua, sebutnya lagi, masih rendahnya tingkat kesadaran warga untuk memeriksakan spesimen swab mereka. “Warga tidak mau diambil swab karena takut sakit. Padahal saya menjamin bahwa pengambilan swab itu tidak sakit,” kata Anshar lagi. []

Koreksi: sebelumnya tertulis bahwa tiga PNS di Puskesmas di Pidie terkonfirmasi positif Covid-19, yaitu Puskesmas Rubee, Puskesmas Pidie, dan Puskesmas Indrajaya. Yang benar adalah Puskesmas Rubee, Puskesmas Kota Sigli, dan Puskesmas Indrajaya. Koreksi telah dilakukan di dalam tulisan pada Kamis, 1 Oktober 2020 pukul 14.51 WIB.

Loading...