Sejak 2017, Pidie tak Lagi Peroleh Dana Insentif Daerah

·
Sejak 2017, Pidie tak Lagi Peroleh Dana Insentif Daerah
Sumber ilustrasi DJPK Kemenkeu.

sinarpidie.co— Kabupaten Pidie tak masuk ke dalam kabupaten atau kota di Aceh yang mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2020 mendatang. Selain Pidie, kabupaten atau kota yang juga tak mendapatkan dana tersebut adalah Aceh Singkil, Kota Langsa, dan Bener Meriah. Di samping itu, Provinsi Aceh juga bernasib demikian.

DID merupakan salah satu komponen dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk memberikan penghargaan atau reward kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota yang memenuhi kriteria utama dan kategori kinerja.

Adapun 4 kriteria utama ialah Opini BPK atas LKPD (WTP), Penetapan Perda APBD tepat waktu, Penggunaan e-government, dan Ketersediaan PTSP. Lalu, 11 kategori kinerja ialah Kesehatan Fiskal dan Pengelolaan Keuangan Daerah, Pelayanan Dasar Publik Bidang Pendidikan, Pelayanan Dasar Publik Bidang Kesehatan, Pelayanan Dasar Publik Bidang Infrastruktur, Kesejahteraan Masyarakat, Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Perencanaan Daerah, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Inovasi Pelayanan Publik, Kemudahan Berusaha, dan Pengelolaan Sampah.

Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud yang dimintai tanggapannya tentang hal itu mengatakan, ada banyak hal yang mesti dipacu karena ada kriteria dan standar-standar khusus yang harus dipenuhi agar ke depannya Pidie dapat memperoleh dana tersebut.

“Yang pertama, upaya pembenahan ke dalam akan kita lakukan. Ada schedule dan daftar kinerja. Semisal, untuk nilai LKIP kita pacu lagi, supaya ke depan bisa dapat B. Sudah lama Pidie tidak memperoleh dana intensif ini,” kata dia, Kamis, 3 Oktober 2019.

Data yang dihimpun sinarpidie.co, Pidie terakhir kali mendapatkan dana insentif daerah (DID) pada 2016 lalu senilai Rp 36 miliar. []

 

Komentar

Loading...