Satpam di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli tak Diberi Makan Siang

·
Satpam di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli tak Diberi Makan Siang
RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. Dok. sinarpidie.co.

Si Har yang dimaksud sumber sinarpidie.co ini adalah Azhar SKM, kasubbag umum pada rumah sakit tersebut, yang baru-baru ini tersangkut kasus penyalahgunaan limbah B3 berupa jerigen bekas cuci darah pasien.

sinarpidie.co— Dua puluh petugas keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Chik di Tiro Sigli mengeluhkan kebijakan Wakil Direktur (Wadir) Umum RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, Muhammad Nur SKM MM, yang mendiskriminasi mereka.

Sumber tepercaya sinarpidie.co, seorang petugas keamanan di rumah sakit tersebut, mengatakan makan siang hanya diberikan pada petugas Satpol PP yang tiba-tiba kini telah ditugaskan di rumah sakit tersebut. “Pertanyaannya, mengapa Satpol PP ditugaskan di rumah sakit ini sementara terdapat 20 satpam di sini. Kedua, mengapa Satpol PP mendapat jatah makan siang, sedangkan kami tidak. Itu tolong ditanya pada Si Har dan Pak M Nur,” kata sumber sinarpidie.co, yang identitasnya enggan dituliskan, Sabtu, 28 November 2020.

Si Har yang dimaksud sumber sinarpidie.co ini, Azhar SKM, kasubbag umum pada rumah sakit tersebut, yang baru-baru ini tersangkut kasus penyalahgunaan limbah B3 berupa jerigen bekas cuci darah pasien.

Sumber sinarpidie.co tersebut juga mengatakan terdapat dua shift penjagaan dalam sehari di rumah sakit tersebut. “Pukul 9 pagi hingga 9 malam satu shift, dan 9 malam ke 9 pagi satu shift. Gaji kami Rp 800 ribu sebulan. Satu regu dalam satu shift terdiri dari enam anggota,” kata sumber sinarpidie.co tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Sat Pol PP-WH) Pidie, Drs Iskandar Abbas MSi, mengatakan terdapat enam petugas Satpol PP Pidie yang ditempatkan di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli sekitar dua minggu yang lalu. "Dalam sehari, ada tiga anggota Satpol PP yang bertugas di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli,  dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Selang-seling,” kata dia, Sabtu, 28 November 2020.

Baca juga:

Penugasan anggota Satpol PP tersebut di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, kata Iskandar, masih tahap uji coba. “Belum ada kontrak kerjasama. Seharusnya di semua SKPK harus ada Satpol PP. Untuk honorarium setiap anggota di rumah sakit Rp 500 ribu per bulan,” kata dia.

Wadir Umum RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, Muhammad Nur SKM MM, menolak memberikan keterangan terkait perlakuan yang berbeda antara petugas keamanan di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli dan anggota Satpol PP dalam penyediaan makan siang. "Hari Senin saja nanti kita bertemu dan konfirmasi sama Pak Direktur, sambilan ada acara peresmian ambulans,” katanya, Sabtu, 28 November 2020.

Loading...