Milad GAM ke-43

Sarjani Abdullah: Perjuangan belum Selesai

·
Sarjani Abdullah: Perjuangan belum Selesai
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Pidie, Sarjani Abdullah menyampaikan sambutan dalam peringatan 43 tahun milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Sigli, Rabu, 4 Desember 2019. (sinarpidie.co/DIky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Pidie, Sarjani Abdullah, dalam peringatan 43 tahun milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Sigli, Rabu, 4 Desember 2019, mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk selalu bersama-sama berjuang demi kemajuan Aceh, sebagaimana yang diharapkan Almarhum Wali Nanggroe, Tgk Muhammad Hasan Tiro. “Oleh karena itu, saya berharap untuk sama-sama memperbaiki di mana ada kesalahan. Jangan ada lagi saling menyalahkan. Karena, perjuangan hari ini belum selesai, masih banyak hal yang belum terpenuhi terkait kepentingan bersama,” kata mantan Bupati Pidie, itu.

Sarjani menjelaskan, perdamaian di Aceh sudah berjalan 13 tahun tapi perjuangan untuk Aceh sudah berumur 43 tahun.

“Hasil yang sudah diperoleh itu tertulis di atas buku kertas berkulit hijau (buku saku MoU Helsinki-red). Itu hasil yang sudah ada. Namun, untuk pribadi memang belum mampu diselesaikan, walaupun itu merupakan tanggung jawab pemerintah Republik Indonesia. Hasil yang sudah diberikan oleh Pemerintah RI, yaitu Otsus. Kalau tidak ada perjanjian damai tidak ada dana Otsus itu. Jangan seakan-akan tidak nampak hasil dari perjuangan selama 43 tahun,” kata dia lagi.

Kata Sarjani lagi, selama 7 tahun berlangsung perang DI/TI, ditambah 43 tahun perjuangan GAM hari ini, maka harus dipikirkan kembali, sudah sejauh mana posisi Aceh hari ini.

“Menurut almarhum Wali Nanggroe Tgk Muhammad Hasan Tiro, ada dua tujuan perjuangan. Pertama, hidup merdeka. Kedua, mati syahid. Namun, selama ini, banyak ditemukan kategori orang yang bergantung hidup atas nama perjuangan, yang maksudnya, kalau ada untung dia orang perjuangan, kalau tidak ada untung, dia pergi meninggalkan perjuangan,” kata mantan Panglima GAM wilayah Pidie 2003-2005, itu.

Ia berharap, kekurangan-kekurangan dalam 13 tahun perdamaian Aceh dapat diperbaiki secara kolektif. “Seperti falsafah Aceh: Meunye langet singet, bah awan peutimang, meunye bumoe ruenggang, bah ujuen yang perurata,” tuturnya.

Adapun rangkaian milad GAM pada 2019 yang diselenggarakan DPW PA Pidie yakni, zikir dan doa bersama untuk para syuhada, santunan anak yatim, kegiatan sosial donor darah, dan tausiah singkat disampaikan oleh Tgk Abi Sukardi dari Sagoe Didoh. []

Komentar

Loading...