Berada di dalam koridor gajah

Saluran Keliling di Abah Lueng untuk Halau Gajah

·
Saluran Keliling di Abah Lueng untuk Halau Gajah
Jalan dari Gampong Abah Lueng menuju ke Cot Malaysia. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co— Saluran keliling yang dibangun di kawasan perkebunan kakao di Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, merupakan parit gajah yang berfungsi menghalau gajah dan kerbau memasuki kebun-kebun tersebut. Panjang galian parit tersebut ialah empat kilometer dengan kedalaman empat meter dan lebar galian tiga meter.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya Syukri Itam SPd mengatakan pembangunan parit tersebut untuk melindungi tanaman di dalam kebun seluas 200 hektare milik 100 mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berada di dalam kawasan areal penggunaan lain atau APL, karena sebagian besar lahan milik mantan kombatan tersebut merupakan koridor gajah.

“Kebun tersebut telah dikembangkan sejak 2016 silam untuk budidaya kakao. Per mantan kombatan di Kecamatan Bandar Baru mendapatkan dua hektare,” kata dia, Senin, 14 September 2020. “Total APL di sana 500 hektare. Yang baru kita gunakan 200 hektare. 500 meter dari sana baru masuk ke dalam kawasan hutan lindung.”

Seiring berjalannya waktu, kebun-kebun tersebut tidak hanya ditanami kakao tapi juga kelapa sawit. “Ke depan kita arahkan budidaya tanaman yang tidak disukai gajah di sana, seperti kopi, pala, lada, dan serai wangi,” sebutnya.

Proyek tersebut kini sedang dikerjakan CV Pelita Perkasa dengan nilai kontrak Rp 839.135.000. 

Baca juga:

Keuchik Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Muhadi, 30 tahun, mengatakan pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dalam pengembangan kawasan perkebunan yang terletak tak jauh dari kompleks transmigrasi lokal di gampong setempat. “Diberitahukan pun tidak bahwa akan proyek tersebut di sana,” katanya, Jumat, 11 September 2020.

Kawasan hutan di Abah Leung memang sudah gundul sejak lama setelah Hak Pengusahaan Hutan (HPH) diberikan pada perusahaan asal Malaysia, PT Raja Jeumpa, pada tahun-tahun 1970-an silam. Warga gampong setempat menamai lokasi menuju ke kebun milik mantan kombatan tersebut simpang Cot Malaysia atau Cot Malaysia. []

Loading...