Rumah dan Jembatan Gantung di Kecamatan Pidie Terancam Amblas

·
Rumah dan Jembatan Gantung di Kecamatan Pidie Terancam Amblas
Rumah Annisa yang berkontruksi kayu berukuran empat kali enam meter persegi, yang terletak bantaran Krueng Baro di Gampong Paloh terancam ambruk. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Annisa, 37 tahun, warga Gampong Paloh, Kecamatan Pidie, Pidie, tak kuasa menahan tangis, Senin, 14 Desember 2020 pagi.  Rumah Annisa yang berkontruksi kayu berukuran empat kali enam meter persegi, yang terletak bantaran Krueng Baro di Gampong Paloh terancam ambruk. "Saya harus tinggal di mana," katanya, Senin, 14 Desember 2020.

Di rumah ini, perempuan yang sehari-hari bekerja buruh cuci pakaian ini tinggal bersama seorang putranya yang masih berusia delapan tahun.

Luapan Krueng Baro pada Senin, 14 Desember 2020 dinihari, menggenangi rumahnya sedalam satu meter. Banjir tersebut membuat dia dan putranya tak bisa tidur meski banjir surut pada pukul 03.00 WIB.  Pada pukul 07.00 WIB, Annisa menemukan bagian kanan rumahnya mulai amblas, dan rumahnya kini miring ke kanan.

Luapan aliran Krueng Baro pada Senin dinihari ini juga membuat Sunardi, 37 tahun, warga Dusun Sejahtera, Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Pidie, mengungsikan anak dan istrinya ke kediaman mertuanya di Gampong Langgeu, Kecamatan Pidie. Hal itu dia lakukan karena halaman rumahnya telah amblas ke sungai.

"Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keluarga saya," kata pria berprofesi sebagai tukang becak itu, Senin, 14 Desember 2020.

Kepala Dusun Sejahtera, Gampong Lhok Keutapang, Nurjadi, 28 tahun, mengatakan selain rumah Sunardi, sepuluh rumah lainnya juga terancam amblas ke sungai.

"Rumah Marniatia, Iskandar, Fatimah, Safwan, Ilhamsyah, Bakhtiar, Ismail, Lukman, dan Muhammad Amin, juga terancam amblas," katanya.

Jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Pukat dan Gampong Lamkuta, Kecamatan Pidie, juga miring akibat luapan Krueng Baro, Senin, 14 Desember 2020 dinihari. "Semalam saat luapan terjadi, bongkahan batang bambu menabrak jembatan gantung tersebut", kata Isra Yuliadi, 34 tahun, warga Gampong Lamkuta, "jembatan ini sangat dibutuhkan." []

Loading...