Rumah bagi Warga Terdampak Bencana di Tangse Dibangun Tahun Ini

·
Rumah bagi Warga Terdampak Bencana di Tangse Dibangun Tahun Ini
Kantor Perkim Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co —Sempat tertunda karena didera wabah Covid-19, di mana sebelumnya pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Infrastruktur juga ikut ditunda, sebagaimana termaktub dalam Surat Menteri Keuangan Nomor: S-247 /MK.07/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2020 yang menyebutkan seluruh proses pengadaan barang/jasa yang bersumber dari DAK Fisik 2020 dihentikan, --kecuali untuk bidang kesehatan dan pendidikan— bantuan pembangunan baru rumah layak huni secara swadaya untuk rumah terdampak bencana di Kecamatan Tangse tahun ini kembali bergulir.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie Muhammad Adam ST MM mengatakan kegiatan yang bersumber dari DAK tersebut telah memasuki tahapan survey lapangan. “Skemanya swakelola, di mana rumah tersebut dibangun oleh penerima manfaat, kelompok masyarakat. Uangnya ditransfer pada setiap penerima manfaat. Untuk bangun baru, satu unit rumah nilainya sekitar Rp 35 juta. Ada yang rehab, dan ada yang dibangun baru. Nilai untuk rehab tentu lebih kecil. Penerima manfaat adalah warga yang terdampak banjir Tangse tahun-tahun sebelumnya,” kata Muhammad Adam ST MM, Senin, 13 Juli 2020.

Adapun penerima manfaat rumah tersebut tersebar di Gampong Pulo Mesjid I (Rp 525.000.000),  Gampong Layan (Rp 525.000.000), Gampong Pulo Mesjid II (Rp 525.000.000), Gampong Peunalom I (Rp 437.500.000), Gampong Peunalom II (455.000.000), Gampong Keude Tangse (Rp 262.500.000), Gampong Blang Jeurat (Rp 437.500.000), dan Gampong Lhok Keutapang (Rp 437.500.000). []

Loading...