RSUD Teungku Abdullah Syafi’i belum Kantongi Izin Penyimpanan Limbah B3

·
RSUD Teungku Abdullah Syafi’i belum Kantongi Izin Penyimpanan Limbah B3
Sumber ilustrasi: medcom.id.

sinarpidie.co – Dari lima rumah sakit di Pidie, —RSUD Teungku Chik di Tiro, RSUD Teungku Abdullah Syafi’i, RS Citra Husada, RS Mufid Sigli, dan RS Ibnu Sina Sigli— hanya RSUD Teungku Abdullah Syafi’i yang hingga kini belum mengantongi izin tempat penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga pada Dinas Kesehatan Pidie Azwir SKep MARS mengatakan hingga saat ini proses pengurusan izin tersebut masih dilakukan. “Hingga 2019, yang masih dalam pengurusan RSUD Teungku Abdullah Syafi’i. Yang lainnya sudah ada izin,” kata Azwir pada sinarpidie.co, Rabu, 21 januari 2020.

Hal yang sama dikatakan Kepala Bidang Pemantauan dan Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Pidie Murdani. “Yang belum ada izin RSUD Teungku Abdullah Syafi’i setahu saya,” kata Murdani, Rabu, 22 januari 2020.

Rumah sakit yang telah mengantongi izin penyimpanan limbah B3 sementara, kata Murdani, selanjutnya bekerjasama dengan pihak ketiga untuk jasa pengangkutan dan pemusnahan limbah tersebut. “Diangkut ke Jakarta. Jangka waktu penyimpanan sementara tersebut selama 90 hari,” kata dia lagi.

KTU pada RSUD Teungku Abdullah Syafi’i Arman SKM MKes mengatakan ia tak mengetahui terkait izin penyimpan limbah B3 pada RSUD tersebut. “Setahu saya untuk pengangkutan dan pemusnahan limbah B3 kami bekerjasama dengan pihak ketiga,” kata Arman SKM MKes. []

Komentar

Loading...