RSUD Pidie Jaya serba Kekurangan di Tengah Pandemi Corona

·
RSUD Pidie Jaya serba Kekurangan di Tengah Pandemi Corona
Gedung RSUD Pidie Jaya. (sinarpidie.co/ M Rizal).

sinarpidie.co— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya tidak memiliki sumber daya yang memadai, baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana, di tengah meluasnya pandemi Corona.  Kepala Bidang Pelayanan Medis pada RSUD Pidie Jaya dr Aditya mengatakan RSUD Pidie Jaya hanya memiliki persediaan 20 set pakaian hazmat dan 100 set masker N-95.

“Itu tak mencukupi untuk persediaan selama satu bulan. Idealnya di tengah pandemi ini dokter dan paramedis menggunakan masker N-95. Kita tidak bisa memprediksi pasien yang datang ke rumah sakit terjangkit virus Corona atau tidak. Ketika dia datang, pasti dia berjumpa dengan kita walau nanti dia kita rujuk ke rumah sakit rujukan Corona. Oleh sebab itu, alat pelindung diri atau APD sangat penting,” kata dr Aditya pada sinarpidie.co, Sabtu, 28 Maret 2020.

dr Aditya juga mengatakan jumlah alat bantu pernapasan atau ventilator di ruang ICU RSUD Pidie Jaya empat unit. “Tapi yang sangat kita perlukan sekarang, N-95, hazmat, dan pelindung wajah. Kita punya uang untuk beli tapi kosong di tingkat distributor. Namun, perlahan-lahan saya lihat distributor sudah mulai memproduksi kembali. Pertengahan April kemungkinan sudah masuk,” katanya.

RSUD Pidie Jaya juga belum memiliki dokter spesialis paru. “Dalam perencanaan kita, kita berencana mengontrak dokter paru selama siaga darurat Covid-19 ini. Untuk dokter penyakit dalam kita punya dua dokter,” tutur dr Aditya.

Sejauh ini, kata dr Aditya, RSUD Pidie Jaya tidak memiliki ruang isolasi khusus untuk pasien Orang dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. “Pemkab Pidie Jaya berencana membuat ruang isolasi di Gedung Teungku Chik Pante Gelima karena ruangan di RSUD Pidie Jaya tidak memenuhi syarat ruang isolasi khusus seperti tekanan udara negatif dan sistem aliran udara yang khusus,” tutupnya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pidie Jaya, yang juga Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan ruang isolasi di Gedung Teungku Chik Pante Gelima akan dikerjakan pada Senin, 30 Maret 2020 nanti. “Sementara ini Dinas Sosial Pidie Jaya berkantor di situ sehingga kita menunggu mereka pindah dulu. Rencana Senin kita start kerja,” kata Okta, Sabtu, 28 Maret 2020.

Kata Okta, pihaknya akan menyiapkan 20 ruang isolasi khusus ODP Covid-19. “Dan 20 ranjang pasien serta diikuti dengan pemasangan CCTV. Sifatnya kita berjaga-jaga,” tutup Okta. []

 

Loading...