Rp 1,5 M Anggaran BBM Olah Tanah Gratis di Distanbun Aceh Diduga fiktif

·
Rp 1,5 M Anggaran BBM Olah Tanah Gratis di Distanbun Aceh Diduga fiktif
Aiyub Abdullah, 52 tahun, petani di Gampong Mancang, Kecamatan Pidie, Pidie, sudah dua tahun tak lagi mengakses pupuk bersubsidi. Alasannya, setiap musim tanam tiba, pupuk bersubsidi tidak tersedia di kios pengecer. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co -  Anggaran penanganan Covid-19 di Aceh pada tahun anggaran 2020 diduga menjadi lahan bancakan. 

Penanganan dampak ekonomi di Aceh, salah satunya, dilakukan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, di mana UPTD Mekanisasi Pertanian dan Bidang Tanaman Pangan melaksanakan kegiatan pengembangan kawasan padi ketahanan pangan masa pandemi Covid-19 pada 12 kabupaten seluas 16.000 hektare, bantuan sarana produksi (saprodi) yang diberikan berupa olah tanah gratis, benih (25 kg per hektare), dan pupuk NPK (50 kg per hektare).

Baca juga:

Kegiatan pengolahan lahan sawah gratis dilaksanakan secara swakelola melalui Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan mitra swakelola. Adapun metode pembayaran dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap I 40 persen, tahap II 40 persen dan tahap III 20 persen.

Namun, bukti pertanggungjawaban BBM solar nonsubsidi sebesar Rp 1.507.432.500 dan bahan bakar minyak kegiatan mobilisasi dan demobilisasi sebesar Rp 71.707.598,49 tidak diyakini kebenarannya. Hal itu termaktub di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh terhadap Kepatuhan atas Penanganan Pandemi COVID-19 Pemerintah Aceh Tahun 2020. []

Loading...