Riwayat Timbulnya Hutang Rp 34 M di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli Janggal  

·
Riwayat Timbulnya Hutang Rp 34 M di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli Janggal  
Lampiran Perdir RSUD TCD Sigli Nomor: 445/647/Perdir/XI/2019 tentang Sistem Penilaian Kinerja dalam Remunerasi pada RSUD TCD Sigli. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Realisasi pendapatan RSUD Teungku Chik Ditiro (TCD) Sigli pada 2020 adalah Rp 108.414.945.639, dari target pendapatan yang ditetapkan tahun itu senilai Rp 109.733.521.996. Pendapatan pada 2020 mengalami penurunan daripada pendapatan rumah sakit ini pada tahun 2019, yang terealisasi Rp 125.540.683.930. Pada 2018, pendapatan di RSUD TCD adalah Rp 134.638.629.438.

Nilai hutang RSUD TCD Sigli, pada 2020, adalah Rp 34.492.858.069: hutang belanja barang dan jasa Rp 11.876.582.369, hutang belanja pegawai Rp 15.236.096.100, dan hutang belanja modal Rp 7.380.179.600.

Di lain sisi, piutang retribusi pelayanan kesehatan dari BPJS pada tahun 2020 hanyalah Rp 23.192.031.721. Dengan kata lain, terdapat selisih yang harus ditutup rumah sakit yang berstatus BLUD itu sebesar Rp 11.300.826.348.

Nilai piutang retribusi pelayanan kesehatan di RSUD TCD pada tahun 2020 hanyalah Rp 23.192.031.721. Dengan kata lain, terdapat selisih yang harus ditutup rumah sakit yang berstatus BLUD itu sebesar Rp 11.300.826.348. Dok. LHP BPK atas LKPD Pemkab Pidie 2020.

Keberadaan hutang janggal

Penyebab munculnya hutang ini terkesan janggal. Di rumah sakit umum milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie yang telah berstatus sebagai Badan Pelayanan Umum Daerah (BLUD) ini, defisit anggaran tidak pernah terjadi sebelumnya di dalam laporan realisasi anggaran (LRA).

Kejanggalan yang agak mencolok terdapat di dalam hutang belanja barang dan jasa, selain hutang obat-obatan dan bahan medis habis pakai senilai Rp 10,3 miliar. Di dalam gelondongan hutang ini, terdapat hutang belanja makan dan minum senilai Rp 650.085.250, hutang honorarium tenaga pengembangan dan pemeliharaan e-kinerja Rp 30.000.000, hutang belanja ATK Rp 95.349.125, hingga hutang belanja pelatihan senilai Rp 11.656.088.

Selanjutnya, di dalam daftar hutang belanja modal, terdapat hutang aset peralatan dan mesin Rp 4.470.587.301 dan hutang aset konstruksi dalam pengerjaan Rp 2.363.742.900.

Baca juga:

Hutang di RSUD TCD ini telah diakui oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Pemkab Pidie dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie sehingga nilai hutang tersebut tercatat di dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemkab Pidie tahun anggaran 2020.

Direktur RSUD TCD Sigli, dr Muhammad Yassir Sp An, mengatakan bahwa jika Pemkab Pidie tidak membantu pihaknya menutupi hutang BLUD tersebut, hutang Rp 11.300.826.348 tersebut akan ditutupi oleh BLUD sendiri. “Nantinya, dengan pendapatan 2021, akan kita tutup secara perlahan-lahan,” katanya, Senin, 30 Agustus 2021.

Di samping hutang belanja barang dan jasa Rp 11.876.582.369, hutang belanja pegawai Rp 15.236.096.100, dan hutang belanja modal Rp 7.380.179.600, terdapat pula biaya yang harus dibayar RSUD TCD Sigli atas jasa pelayanan medis pada 2019 senilai Rp 22.828.398.295.

Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Daud, mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil dewan pengawas (dewas) dan manajamen RSUD TCD terkait munculnya hutang tersebut.

“Kita akan mempelajari dulu hasil audit BPK, hasil audit dari akuntan publik, dan meminta penjelasan dari Dewas RSUD TCD mengenai hutang tersebut,” kata Fadlullah, Selasa, 31 Agustus 2021.

Baca juga:

Terkait permintaan Direktur RSUD TCD dr Muhammad Yassir Sp An pada Pemkab Pidie untuk membantu menutupi hutang RSUD TCD, Fadlullah mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji dan mempelajari mekanisme penggunaan APBK Pidie untuk menutupi hutang tersebut, termasuk ambang batas— besaran persentase realisasi belanja yang diperkenankan melampaui anggaran dalam RBA dan DPA—yang telah ditetapkan secara definitif pada tahun anggaran 2020.

Sorot kinerja Dewas RSUD TCD

Fadlullah menyarankan dewas untuk melakukan deteksi dini terhadap masalah-masalah di RSUD TCD Sigli. Ia juga meminta dewas berperan aktif dalam mengawasi RSUD TCD Sigli. “Jika ada dewas yang tidak berperan dan tidak paham tentang aktivitas RSUD TCD Sigli, lebih baik mundur saja dari dewas. Masih banyak orang di Pidie yang mampu duduk di kursi dewas. Percuma saja ada dewas tapi tidak berperan apa-apa. Maka, sebaiknya dewas semacam itu mundur saja,” kata Fadlullah.

Pada 2020, Ketua Dewas RSUD TCD Sigli dijabat Efendi SSos MKes, mantan Kepala Dinas Kesehatan Pidie. Adapun anggota Dewas terdiri dari mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan (BPKK) Pidie Mustafa SE MSi, mantan Kepala Bidang (Kabid) Anggaran BPKK Pidie Fadhil SSos, Sekretaris Dinkes Pidie Evi Almanidar, dan Prof Dr Syamsul Rijal MAg, Guru Besar Ilmu Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry.  []

Loading...