Bola

Richarlison yang Tumbuh dan Besar di Lingkungan yang Keras dan Kejam

·
Richarlison yang Tumbuh dan Besar di Lingkungan yang Keras dan Kejam
Richarlison de Andrade. Sumber foto: Getty Images.

sinarpidie.co--Zero to hero. Itulah adagium yang pantas disematkan kepda bintang baru timnas Brazil. Namanya Richarlison de Andrade, pria kelahiran Nova Venécia Brazil, 10 Mei 1997 silam.

Richarlison tumbuh dan besar di lingkungan yang keras dan kejam. Setiap hari, ia menyaksikan transaksi narkoba. Bahkan, tak jarang juga ia mendengar dentuman senjata.

Dalam sebuah wawancara bersama Telegraph, ia mengatakan bahwa aksi kriminal yang selalu ia saksikan sudah menjadi makanan sehari-sehari baginya.

“Hal semacam itu wajar dalam hidupku, jadi aku tidak takut sama sekali. Itu adalah daerah yang cukup sulit: saya melihat narkoba di depan saya setiap hari, dan tembakan juga," katanya kepada Telegraph, saat pertama kali sampai di Inggris.

Ia juga bercerita, kala usianya beranjak dewasa, ia pernah mendapat todongan senjata saat berhadapan dengan kurir narkoba.

“Saya ingat ketika saya tumbuh dewasa di Brasil, seorang pria pernah menodongkan pistol ke wajah saya karena dia pikir saya adalah seorang pengedar narkoba yang mencoba mencuri titik distribusinya," katanya.

Di samping itu, perceraian kedua orangnya juga melengkapi kisah hidupnya yang pilu dan kelam.

Kedua orangtuanya berpisah saat ia baru duduk dibangku sekolah dasar. Kemudian ia harus memutuskan untuk hidup dengan ayahnya yang berprofesi sebagai tukang batu.

“Saya banyak menangis saat itu. Saya berada di truk bersama ibu saya, dengan semua perabotan, tempat tidur dan lemari pakaian. Pada menit terakhir saya keluar dari truk, semua saudara saya pergi dengan ibu saya, tetapi saya tinggal bersama ayah saya," ungkapnya.

Ayahnya suka sepakbola dan sering mengajaknya ke stadion. Itu menjadi salah satu alasan ia memilih tinggal bersama ayahnya.

Tapi tak lama setelah itu, ia juga harus angkat koper dan tinggal bersama ibunya. Sebab. ayahnya harus pindah karena mendapat pekerjaan baru.

Sebagai anak tertua, ia memiliki dua adik perempuan dan dua adik laki-laki.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari, ia harus berkerja. Ia berjualan es krim di sepanjang jalan Nova Venecia.

"Kami memiliki rasa seperti susu kental, anggur, cokelat. Hal semacam itu. Kemudian, ketika saya tinggal bersama bibi saya, saya juga menjual cokelat buatan sendiri," tuturnya.

Beranjak remaja, ia sempat ingin menguburkan mimpinya menjadi pesepakbola profesional.

Pasalnya, ia berkali-kali ditolak oleh beberapa klub kala itu.

Namun, ia kini menjadi buah bibir pecinta sepakbola. Sebab, setelah memustuskan untuk bergabung dengan Everton pada bursa tranfer musim panas lalu, ia menjelma menjadi bintang baru di klub yang bermarkas di Goodison Park, itu.

Tak ayal, predikat sebagai wonder kid pun kini disandangnya.

Karir profesionalnya dimulai sejak ia bergabung dengan sebuah klub di negaranya bernama América Mineiro pada 2015-2016 dan mengemas 9 gol dari 24 penampilan.

Setelah itu, ia memutuskan bergabung dengan Fluminense. Di sana, ia mengemas 9 gol dari 42 penampilannya.

Pertengahan 2017, penyerang yang mempunyai tinggi badan 1.79 meter, ini, merantau ke Inggris.

Di tanah Britania Raya itu, ia bergabung dengan Watford. Di klub yang berjuluk The Hornets itu, ia menjadi pemain yang tak tergantikan di posisinya dan berhasil mengemas lima gol.

Dari statistik penampilannya membuat Everton tertarik untuk meminangnya.

Ia kemudian didatangkan ke Goodison Park dengan mahar 40 juta Euro.

Mahar yang mahal dibayarnya dengan sepadan. Dalam debut pertamanya berseragam The Toffees, Richarlison menyumbang dua gol kala Everton berjumpa dengan Wolverhamtom di laga pembuka Premier League.

Sejauh ini, statistik pemain berusia 21 tahun di liga kasta tertinggi Inggris. Ia telah mencetak sembilan gol sepanjang penampilannya bersama julukan Everton.

Awal September tahun lalu, Richarlison juga mendapat panggilan dari Timnas Brazil. Pelatih Selecao, Tite, memanggil Richarlison untuk laga uji coba melawan Amerika Serikat dan El Salvador. Dalam laga tersebut, sang bintang muda menyumbang dua gol. []

Loading...