Rehab Rumah Korban Gempa 2016 di Kembang Tanjong Tahun Ini Terhambat

·
Rehab Rumah Korban Gempa 2016 di Kembang Tanjong Tahun Ini Terhambat
Kepala Bidang Rehab-Rekon pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Fauzan. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Rehabilitasi 53 rusak sedang dan satu rusak berat rumah korban gempa 2016 di Gampong Lancang, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, masih jalan di tempat, menyusul adanya sanggahan dan protes dari masyarakat gampong tersebut terkait data penerima manfaat atau data korban yang tumpang tindih.

Kepala Bidang Rehab-Rekon pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Fauzan, mengatakan dana transfer pusat atau dana hibah untuk merehab rumah rusak pasca-gempa bumi pada 7 Desember 2016 silam yang berpusat di Pidie Jaya pada tahun anggaran 2020 ini sebagian telah ditransfer pada kelompok masyarakat atau Pokmas.

"Tinggal Gampong Lancang saja yang belum dikarenakan adanya penolakan masyarakat. Padahal kami telah memverifikasi data penerima manfaat tersebut dari 2016 silam,” katanya pada sinarpidie.co, Senin, 24 Agustus 2020, di Sigli. “Kami meminta data yang mereka sebut tumpang tindih untuk kami tindaklanjuti tapi sampai hari ini belum diberikan.”

Baca juga:

Pidie tahun ini mendapat kuota rehap rumah pasca-gempa sebanyak 175 rumah, yang terdiri dari 166 rusak sedang dan sembilan rusak berat. “Setiap rumah rusak sedang akan mendapatkan Rp 20 juta dan rumah rusak berat mendapatkan Rp 85 juta dengan metode pencairan dana melalui Pokmas,” sebut Fauzan.

BPBD Pidie mencatat, terdapat 243 rumah rusak sedang, 44 rusak berat, dan 1.453 rumah rusak ringan akibat gempa 2016 tersebut.

“Rusak ringan tidak memperoleh bantuan rehab rumah. 77 rumah rusak sedang dan 35 rumah rusak berat telah direhab pada 2018 lalu,” tutup Fauzan. []

Loading...