Realisasi Wajib Uji Kendaraan di Pidie Minim tapi Realisasi Retribusi di Atas Target

·
Realisasi Wajib Uji Kendaraan di Pidie Minim tapi Realisasi Retribusi di Atas Target
Kepala Dinas Perhubungan Pidie Jufrizal SSos MSi. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Hingga November 2019, realisasi retribusi pengujian kendaraan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Pidie sudah melebihi target yang ditetapkan pada 2019 sebesar Rp 120 juta. Kepala Dinas Perhubungan Pidie Jufrizal SSos MSi mengatakan realisasi tersebut telah mencapai 140 persen dari taget tersebut atau telah mencapai sekitar Rp 160 juta.

“Hingga Agustus sudah ada 288 unit kendaraan dari berbagai jenis yang terlah melakukan uji kir kendaraan,” kata dia, Senin, 2 Desember 2019.

Kendati demikian, realisasi wajib uji kendaraan berdasarkan jenis kendaraan di Pidie tergolong minim. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Pidie pada 2018 menunjukkan, dari 170 mobil penumpang umum, hanya 75 di antaranya yang telah diuji.

Lalu, dari total 207 bus penumpang umum, 169 di antaranya yang telah diuji. Yang terparah adalah mobil barang umum dan mobil barang tidak umum. Dari 853 mobil barang umum, hanya 340 yang diuji. Lalu, dari 1682 mobil barang tidak umum, hanya 443 di antaranya yang diuji kenderaannya.

Berbanding terbalik

Meski realisasi wajib uji kendaraan minim, pendapatan Pemkab Pidie dari retribusi pengujian kendaraan bermotor melebihi target yang ditetapkan dalam beberapa tahun belakangan. Pada 2018, retribusi wajib uji kendaraan terealisasi Rp 147.853.000. Angka ini memang meningkat dibanding realisasi tahun 2017 sebesar Rp 141.237.000 dari target retribusi Rp 90.176.000 atau 156,62 persen; dan pada 2016 terealisasi Rp 107.865.000 dari target retribusi sebesar Rp 90.046.000 atau terealisasi 119,79 persen.

Menanggapi minimnya realisasi wajib uji kendaraan, Jufrizal mengatakan, hal itu disebabkan kurangnya kesadaran dari pemilik kendaraan untuk melakukan uji kir.

“Uji kir bisa dilakukan di mana saja. Kendaraan di Pidie bisa dilakukan kir di daerah-daerah lain, seperti kendaraan di Pidie jaya bisa melakukan kir di Pidie atau di Bireun,” katanya.

Dishub Pidie, kata dia,  melakukan langkah-langkah untuk mendorong meningkatnya realisasi uji kendaraan tersebut

“Setahun mencapai enam kali kita laksanakan razia gabungan. Tetapi razia lalu lintas kan tidak di desa atau di daerah pelosok. Tentu banyak yang terlewatkan dari razia tersebut apalagi di desa-desa, mungkin ada kendaraan yang sudah puluhan tahun tidak melakukan uji kir,” ungkapnya.  []

Komentar

Loading...