Banner Stunting
Klik Tambang

Realisasi Vaksin MR di Pidie Baru 8.06%, Ini Kelompok Usia Anak yang Terpapar Congenital Rubella Syndrome

·
Realisasi Vaksin MR di Pidie Baru 8.06%, Ini Kelompok Usia Anak yang Terpapar Congenital Rubella Syndrome
Sumber ilustrasi kompas.com

sinarpidie.co--Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan keputusan mengenai hukum penggunaan Vaksin Measles-Rubella (MR) setelah menggelar rapat pleno, pada Senin malam, 20 Agustus 2018.

MUI mengatakan vaksin MR mengandung enzim babi, tapi penggunaannya dibolehkan karena beberapa alasan, di antaranya sejauh ini tak tersedia vaksin yang benar-benar halal dan untuk mencegah efek negatif jika anak tak diimunisasi.

“Alasan pertama, ada kondisi keterpaksaan atau dlarurat syar’iyyah. Kedua, sampai saat ini, belum ditemukan Vaksin MR yang halal dan suci. Sementara alasan ketiga ialah ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi karena belum adanya vaksin yang halal,” demikian dilansir dari tirto.id, Selasa, 21 Agustus 2018.

Fatwa tersebut mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yakni 20 Agustus 2018. 

“Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun. Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit Congenital Rubella Syndrome (CRS) di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun,” demikian dikutip dari Juknis Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Direktorat Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI 2017. “Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020.”

Dua fase pelaksanaan

Pelaksanaan kampanye vaksin MR pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun secara bertahap dalam dua fase. Fase pertama, Agustus-September 2017 di seluruh Pulau Jawa. Fase kedua, bulan Agustus-September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Imunisasi ini sifatnya wajib dan tidak memerlukan individual informed consent, sebuah istilah medis yang berarti persetujuan yang diberikan oleh pasien kepada dokter untuk berbuat sesuatu setelah mendapatkan penjelasan atau informasi.

Baca juga:

Program ini sebenarnya sudah dilaksanakan di enam provinsi di pulau Jawa, yakni di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Agustus - September 2017. Gerakan penolakan muncul secara masif kala kampanye di luar pulau Jawa dilakukan pada Agustus hingga September 2018 mendatang.

Pidie

Sedikitnya terdapat 123.574 anak wajib vaksin MR di Pidie.  Kelompok usia SD, MI, SMP, MTs jumlahnya 63.582 jiwa, sedangkan PAUD, TK, RA sebanyak 10.701 jiwa.

Hingga kini realisasi pemberian vaksin tersebut baru tercapai 9.966 atau 8.06% dari total populasi.

“Yang belum 113.608 jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr Fajriman SPS pada sinarpidie.co di sela-sela Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR Rubella oleh Tim Pokja Pengkajian Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI) Pidie, Senin, 20 Agustus 2018, di aula Akbid Darul Husada Sigli.“Batas waktu seharusnya di sekolah sampai akhir Agustus dan di gampong-gampong pelaksanaannya bulan September nanti.”

Komentar

Loading...